Saka Terlalu Muda Jadi Eksekutor Inggris? Owen Kasih Data Ini

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 14 Jul 2021 15:35 WIB
Englands Bukayo Saka walks away after getting his medal during the trophy ceremony after Italy won the Euro 2020 final soccer match between Italy and England at Wembley stadium in London, Sunday, July 11, 2021. (Facundo Arrizabalaga/Pool via AP)
Michael Owen tepis anggapan Bukayo Saka terlalu muda untuk menjadi penendang Inggris (Foto: AP/Facundo Arrizabalaga)
London -

Mantan penyerang Inggris, Michael Owen, menepis anggapan Bukayo Saka terlalu muda menjadi penendang penalti kelima Three Lions di Final Piala Eropa 2020.

Inggris harus mengubur mimpi meraih Piala Eropa 2020. Tim Tiga Singa tumbang 2-3 lewat adu penalti dari Italia di Wembley pada laga final, Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Inggris sebenarnya mampu unggul cepat di menit ke-2 lewat Luke Shaw. Namun, Gli Azzurri mampu menyamakan kedudukan berkat gol Leonardo Bonucci di menit ke-67.

Skor imbang 1-1 ini bertahan hingga 120 menit yang membuat laga harus dituntaskan dengan adu penalti. Inggris menjadi pesakitan usai tiga eksekutor mereka yaitu Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka gagal menjalankan tugasnya. Sementara di kubu Italia, hanya Andrea Belotti dan Jorginho yang gagal menjalankan tugasnya.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, dikecam terkait pemilihan penendang di adu penalti. Pasalnya, Rashford dan Sancho baru dimainkan di menit akhir babak perpanjangan waktu. Untuk Saka, pemain 19 tahun ini dianggap masih terlalu muda untuk mengemban beban sebagai penedang kelima Inggris.

Terkait soal Saka tersebut, Michel Owen justru punya pendapat lain. Ia menilai kegagalan Saka tak sepenuhnya karena faktor umur. Pendapat tersebut diungkapkan Owen lewat unggahan di akun Twitter-nya.



"Begitu banyak perdebatan setelah #EURO2020, tetapi saya tidak bisa membiarkan teori terlalu muda di usia 19 untuk mengambil penalti. Faktanya, jika pengalaman saya adalah segalanya, lebih mudah melakukannya saat muda! Tak kenal takut, percaya diri, tidak ada hal pahit yang dialami sebelumnya, dll," tulis Owen.

Untuk mendukung pendapatnya tersebut Owen turut mengunggah daftar pemain Inggris yang gagal mengeksekusi penalti di babak tos-tosan pada turnamen besar sejak Piala Dunia 1990 di Italia hingga sebelum Euro 2020. Dalam daftar tersebut tak ada satu pun yang berusia di bawah 24 tahun.



"Baru saja memeriksa usia pemain yang absen di turnamen besar sejak Italia 90;
Pearce 28
Waddle 29
Southgate 25
Batty 29
Ince 30
Beckham 29
Vassell 24
Carragher 28
Gerrard 26
Lampard 28
Young 27
Cole 32
Seperti yang saya pikirkan, teori itu benar-benar omong kosong," ungkap Owen di Twitter-nya.

(pur/krs)