Pesepakbola Cetak 2 Gol Bunuh Diri, Ngaku Mau Kacaukan Taruhan

Kris Fathoni W - Sepakbola
Selasa, 20 Jul 2021 20:35 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 02:  A detailed view of the Hawk-Eye camera-based system ahead the international friendly match between England and Belgium at Wembley Stadium on June 2, 2012 in London, England. Goal line technology will be tested in todays game, but not enforced.  (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Foto ilustrasi: Shaun Botterill/Getty Images
Jakarta -

Seorang pesepakbola masuk jadi pemain pengganti, lalu sengaja bikin dua gol bunuh diri dalam waktu singkat. Ia lalu mengklaim dipuji dan itu pun ia lakukan demi mengacaukan adanya taruhan dalam pengaturan skor.

Melansir citisportsonline dan SportBible, kontroversi ini terjadi dala, laga sepakbola di Ghana yang melibatkan klub Inter Allies dan Ashanti Gold -- Ashgold.

Ashgold menjadi pemenang atas Inter Allies di laga itu dengan skor telak tujuh gol tanpa balas alias 7-0. Dua gol di antaranya adalah hasil gol bunuh diri Hashmin Musah.

Musah masuk sebagai pemain pengganti untuk Allies, saat timnya ketinggalan 0-5. Dalam kurun waktu 12 menit, Hashmin Musah dua kali menjebol gawangnya sendiri.



Kontroversi bertambah karena usai laga, Musah mengaku dapat pujian dari tim tekniknya usai melakukan gol bunuh diri sebanyak dua kali di laga tersebut. Ia turut menyebut-nyebut adanya skenario pengaturan skor yang hendak ia buyarkan.

"Setelah laga, tim teknikku memuji diriku karena sudah mengacaukan adanya taruhan yang dilakukan sebelumnya. Aku memang berjanji ke pelatih kalau ia memainkanku sebagai pemain pengganti, aku akan mengacaukan taruhan itu. Dan usai laga, timku memberi selamat."

Dalam wawancara dengan Kumasi FM, Hashmin Musah kembali menjelaskan hal serupa. Menurutnya, ia sengaja membuat dua gol bunuh diri demi menghindari timnya kalah 1-5. Alasannya, skor itulah yang ia klaim sudah menjadi taruhan.

"Di hotel, aku mendengar ada taruhan dengan skor 5 lawan 1 gol buat kekalahan timku, Inter Allies. Aku memutuskan untuk mengacaukan taruhan itu, karena aku tak tak suka dengan hal semacam itu," katanya.

Kontroversi ini sendiri, apalagi memunculkan klaim adanya pengaturan skor, bikin Federasi Sepakbola Ghana langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian bahkan sudah mereka informasikan untuk turut melakukan penyelidikan atas dugaan kriminal.

Sementara itu Ashgold, tim pemenang di laga ini, sudah mengeluarkan pernyataan resmi dengan menyangkal adanya permainan 'sepakbola gajah', seraya bersikeras para pemain mereka bersikap profesional sepanjang permainan.

(krs/rin)