Jika Thuram Bicara Politik
Minggu, 26 Mar 2006 17:03 WIB
Turin - Meskipun berprofesi sebagai pesepakbola, bek Juventus asal Prancis Lilian Thuram rupanya gape bicara tentang politik. "Saya pikir kita harus mengetahui Prancis seperti apa yang kita mau di masa depan. Apakah negara yang identitas nasionalnya dimiliki oleh segala lapisan masyarakat, atau negara yang terbagi dan hanya dinikmati oleh golongan tertentu?," kata Thuram. Komentar itu diucapkan Thuram untuk menjawab pertanyaan harian Prancis, Le Monde, soal maraknya keributan yang dilakukan oleh kelompok minoritas di negeri tersebut. Bulan November tahun lalu kelompok minoritas keturunan Afrika Utara sempat membuat rusuh yang membuat pemerintah menerapkan siaga satu. Beberapa hari belakangan kembali kelompok minoritas menjadi omongan setelah terjadi demonstrasi pekerja muda yang menentang UU Tenaga Kerja yang baru disahkan parlemen. Sebagai seorang Prancis yang adalah seorang imigran, Thuram mengaku sangat menyesalkan kerusuhan yang telah terjadi. Namun tak mau cuma menyesalkan dia juga giat memberikan solusi. "Kita harus melakukan aksi untuk mengedukasi orang-orang yang tinggal di ghetto (daerah kumuh tempat kelompok minoritas biasa tinggal --red). Itu sesuatu yang sekarang sedang dilakukan," ucap pesepakbola kelahiran Pointe-a-Pitre, Guadeloupe, ini. "Daripada terus mempertahankan ghetto mereka yang berkuasa mestinya bisa menyatukan orang-orang Prancis tanpa memandang dari mana asal mereka," lanjutnya. Thuram memang satu dari sedikit pesepakbola Prancis yang punya kesadaran politik tinggi. Bukan sekali ini dia bicara panjang lebar soal politik. Sewaktu meledak kerusuhan bulan November lalu dia menyerang komentar pedas Menteri Dalam Negeri Nicolas Sarkozy terhadap para imigran di negeri tersebut. Wah, bisa jadi politisi nih! Foto: Thuram bisa serius saat bicara politik (raisport) (mel/)











































