Overconfidence Bisa Hadirkan Petaka

Jelang Benfica vs Barcelona

Overconfidence Bisa Hadirkan Petaka

- Sepakbola
Selasa, 28 Mar 2006 13:04 WIB
Overconfidence Bisa Hadirkan Petaka
Jakarta - Kepercayan diri yang tinggi memang bagus untuk dimiliki, namun kalau sudah berlebihan jadinya malah berbahaya. Dan Barcelona harus memikirkan hal tersebut kalau tak mau menjadi korban ketiga Benfica.Nyaris tak ada yang kurang dari Barca musim ini. Lini depan yang mumpuni dalam diri Samuel Eto'o dan Henrik Larsson, gelandang-gelandang jenius pada Ronaldinho dan Deco, juga barisan pertahanan nan solid dengan kawalan Charles Puyol dan Rafael Marquez. Semua itu ditambah tangan dingin Frank Rijkaard membuat Barca sangat disegani, bukan hanya di La Liga tapi juga di Liga Champions.Berkaca pada hal tersebut tak salah kalau klub Catalan itu kemudian berada di urutan teratas daftar unggulan peraih tropi klub terbaik benua biru musim ini. Fakta bahwa Barca belum terkalahkan sepanjang kompetisi Eropa musim ini makin mengukuhkan keunggulan mereka.Kondisi Barca memang sedang bagus-bagusnya. Jadi tak salah kalau mereka kemudian sangat optimis bisa meraih hasil maksimal saat bertandang ke Benfica di babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (29/3/2006). Apa yang diungkapkan Eto'o mungkin bisa menjadi perwakilan betapa Barca begitu percaya diri jelang duel yang akan disiarkan secara lansung oleh Star Sports Rabu (29/3/2006) dinihari pukul 01.45 WIB dan secara tunda oleh RCTI pukul 03.45."Kami ingin menyelesaikan hal ini di Lisbon. Jika hanya ada satu pertandingan makan kami akan berangkat dengan kekuatan 200%, tapi karena ada dua leg kami hanya akan berangkat dengan 199% kekuatan," koar Eto'o sebelum berangkat ke Lisbon.Terlalu muluk? Kalau melihat individu-individu di skuad Barcelona dan trek rekor sepanjang musim ini, pantas Eto'o berkomentar seperti itu. Tapi ia dan segenap punggawa Barcelona harusnya juga melihat bagaimana perjalanan Benfica sebelum sampai babak perempatfinal. Tak terlalu menawan dan menjanjikan memang penampilan pasukan Ronald Koeman itu. Rekor 2-2-2 yang mereka dapat di fase grup mungkin bisa jadi gambaran.Tapi saat melawan tim besar kejutan selalu keluar dari permainan kolektif yang dikomandani Simao Sabrosa. Dua tim elit Inggris menjadi korban keganasan permainan Benfica. Manchester United dan juara bertahan Liverpool adalah korban "pembunuhan" Benfica.Barcelona? Bisa saja menjadi korban berikutnya. Pasalnya Koeman juga sudah menjanjikan kalau kejutan masih bisa datang dari timnya. "Kami akan berjuang dengan sangat agresif dan sangat mungkin kami bisa lolos ke babak berikutnya. Kami tahu kami bisa membuat kejutan walau kami menghadapi lawan yang sangat tangguh," sahut Koeman kemarin.Malapetaka memang bisa datang buat Barca kalau mereka lengah sedikit saja. Apalagi Barcelona datang tanpa pasukan lengkap dengan absennya duo bek tangguh Marquez dan Puyol juga Edmilson, Leonel Messi dan Xavi yang dibekap cedera.Rijkaard sendiri mengaku dipusingkan untuk memilih pemain yang tepat menggatikan posisi Puyol. Pelatih asal Belanda itu kemungkinan memilih pemain dari Barcelona B, Rodri, di sentral pertahanan.Soal kejutan yang mungkin di munculkan Benfica, Rijkaard sendiri menyadarinya. Ia pun tak lupa mewanti-wanti pasukannya agar tidak terlalu percaya diri dan memandang sebelah mata lawannya."Kami tak boleh overconfident. Koeman sudah cukup lama di Benfica dan ia tahu apa yang ia lakukan," seru Rijkaard.Rijkaard sendiri tak meyangkal kalau timnya lebih diunggulkan. Tapi ia malah melihat kalau itu justru bisa berbalik menjadi keunggulan Benfica. "Koeman akan menggunakan hal itu untuk membangkitkan semangat pemainnya."Benfica memang bukan tim kacangan di Eropa. Merujuk sejarah, mereka malah punya prestasi lebih baik dari Barca di Liga Champions. Dua gelar mereka raih di musim 1962 dan 1963, sementara Barca baru meraihnya sekali di tahun 1992.Perkiraan PemainBenfica: Morreto, Nelson, Luisio, Anderson, Leo, Manuel Fernandes, Armando Pettit, Geovni Laurent Robert, Simao Sabrosa, Miccoli.Barcelona: Victor Valdes, Juliano Belleti, Rodri, Oleguer, Giovane van Bronchkrost, Tiago Motta, Deco, Van Bomel, Ronaldinho, Henrik Larsson, Ludovic Giuly, Samuel Eto'oFoto: Simao Sabrosa bisa hadirkan kejutan lanjutan saat menjamu Barcelona (uefa). (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads