FIFA: Uruguay Baru Dua Kali Juara Dunia, Kok Punya 4 Bintang?

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 05 Agu 2021 09:10 WIB
BRASILIA, BRAZIL - JULY 03: Edinson Cavani of Uruguay reacts during a quarter-final match of Copa America Brazil 2021 between Colombia and Uruguay at Mane Garrincha Stadium on July 03, 2021 in Brasilia, Brazil. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)
Empat bintang di jersey Timnas Uruguay dipertanyakan FIFA (Getty Images/Buda Mendes)
Montevideo -

FIFA memutuskan untuk menghilangkan dua bintang dari jersey timnas Uruguay. La Celeste mempertanyakan keputusan FIFA tersebut.

Jika Anda melihat beberapa jersey timnas negara top seperti Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris, maka bakal ada bintang di atas logo federasinya.

Ya, bintang itu merupakan pertanda berapa banyak trofi Piala Dunia yang sudah direbut. FIFA memang memberlakukan aturan itu untuk menghormati pencapaian negara-negara tersebut.

Brasil punya bintang lima kali sudah lima kali juara, demikian juga dengan empat bintang di atas logo timnas Italia dan Jerman, lalu ada dua bintang di atas logo federasi Prancis, Uruguay, dan Argentina, serta satu bintang di atas logo federasi Spanyol dan Inggris.

Tapi, ada yang berbeda ketika Anda melihat logo Federasi Sepakbola Uruguay (AUF) di jersey Timnas Uruguay. Ya, mereka menempatkan empat jersey meskipun baru dua kali juara dunia.

Uruguay jadi juara Piala Dunia edisi pertama pada 1930 dan yang kedua didapat saat mengalahkan Brasil 2-1 di Maracana pada final 1950. Lalu, dua bintang lagi dari mana?

Dua bintang itu ditaruh oleh Uruguay atas dasar keberhasilan mereka merebut medali emas di Olimpiade 1924 dan 1928. Saat itu cabor sepakbola Olimpiade masih dianggap sebagai kejuaraan dunia selevel Piala Dunia.

Tapi, FIFA rupanya tidak sependapat lagi dengan itu. Buktinya desain terbaru jersey Timnas Uruguay yang dikirimkan produsen Puma ditolak komisi FIFA.

FIFA akan mengirimkan surat kepada federasi sepakbola Uruguay agar menghilangan dua bintang supaya tidak menimbulkan kerancuan.

"FIFA selalu menganggap sejak dulu bahwa Uruguay itu punya empat Piala Dunia karena turnamen sepakbola Olimpiade pada 1924 dan 1928 dihelat FIFA. Barulah FIFA menggelarnya secara independen pada 1930," ujar wakil presiden AUF Gaston Tealdi di ESPN.

"Ini jadi kesempatan untuk menyelesaikan situasi yang ada dan kami senang-senang saja jika ini dilakukan demi mendapat pengakuan," sambungnya.

(mrp/rin)