Fabregas Kalahkan Vieira
Rabu, 29 Mar 2006 10:55 WIB
Jakarta - Patrick Vieira lega. Ia masih diterima dengan baik oleh publik Highbury. Lagipula, mungkin fans Arsenal lebih terfokus pada penampilan Cesc Fabregas yang lebih lugas.Menjelang jamuannya pada Juventus dalam leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, Rabu (29/3/2006) dinihari WIB, Arsene Wenger meminta suporter The Gunners untuk tidak memberi sambutan yang tidak mengenakkan kepada Vieira, yang telah membela klub London utara itu selama sembilan musim.Request Wenger dipenuhi. Saat memasuki lapangan Vieira malah diberi tepuk tangan. Lagu yang pernah diciptakan untuknya bahkan dinyanyikan. Di sepanjang pertandingan gelandang internasional Prancis itu tak pernah disiuli panjang atau dicemooh oleh penonton. Vieira selamat dari bayang-bayang teror fans mantan klubnya.Bagaimana aksinya di lapangan? Vieira menunjukkan sikapnya sebagai pemain profesional. Ia tampak bermain ngotot dan tidak jadi lunak dalam menekel rekan-rekan lamanya.Jose Antonio Reyes, misalnya. Ia beberapa kali diterjang kaki panjang dan kokoh milik pria kelahiran Dakar, Senegal, itu. Untung mereka punya ikatan emosional, sehingga tak ada ekspresi sebal setelah clash. Yang keluar malah senyuman, sama seperti kuatnya french connection pada pertandingan tersebut.Henry dan Vieira berada di lapangan bersama rekan-rekan akrabnya di timnas Prancis: David Trezeguet, Lilian Thuram dan Robert Pires, plus Jonathan Zebina dan Matthieu Flamini.Tapi Vieira hanya "selamat" secara moral. Dari rating permainan, ia tidak istimewa. Bahkan gol pertama Arsenal lahir setelah bola yang ia kuasai direbut Pires, yang kemudian mengumpankannya kepada Henry sebelum diselesaikan Fabregas.Vieira juga terlihat frustasi sejak babak kedua. Beberapa tekelnya yang tidak bersih membuat pemain berusia 29 tahun itu mengoleksi kartu kuning, yang membuatnya absen di leg kedua.Sudah begitu, Vieira juga "kalah" dari Fabregas, yang notabene diplot sebagai pengganti perannya sejak meninggalkan Highbury. Pemuda Spanyol ini mempertontonkan permainan menawan.Dikonsentrasikan di sentra lapangan, Fabregas berhasil memainkan perannya dengan sangat baik. Ditopang oleh Gilberto Silva sebagai penyeimbang tim, ia menjadi pemain pertama yang menghambat serangan Juve, sekaligus penyalur efektif bola-bola ke lini depan Arsenal.Hasilnya? Selain gol yang dibuatnya di menit 40, ia juga membuat assist buat diselesaikan Henry menjadi gol kedua Arsenal di menit 69."Fabregas bermain brilian. Dia tidak hanya mengatasi pergulatannya melawan Patrick Vieira. Ia juga melawan Emerson, (Adrian) Mutu, dan (Mauro) Camoranesi," puji Henry, sang kapten.Usai pertandingan Fabregas tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya atas hasil yang dicapai timnya. Namun ia lebih peduli pada kepentingan tim ketimbang capaian invidu."Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, tapi itulah sepakbola. Dan jika kami bermain seperti itu di Turin, kami akan lolos ke semifinal," ujarnya.Foto: Fabregas (kanan) disambut rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang Juventus. Main lebih baik ketimbang Patrick Vieira. (AFP/Odd Andersen) (a2s/)











































