'Anfield Serasa Pindah ke Jakarta'

'Anfield Serasa Pindah ke Jakarta'

- Sepakbola
Rabu, 29 Mar 2006 14:52 WIB
Anfield Serasa Pindah ke Jakarta
Jakarta - Stadion Anfield memang adanya di Inggris. Tetapi stadion kebesaran klub elit Inggris itu bisa saja 'pindah' ke tempat lain termasuk Jakarta, mengikuti suporter fanatiknya.Adalah seorang Steve McMahon yang memberikan ilustrasi di atas. Mantan gelandang The Reds (1985-1991) itu belum lama ini datang ke Jakarta, sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai presenter sepakbola ESPN Sports.Sejak gantung sepatu di tahun 1994, McMahon memang gonta-ganti profesi meski tidak jauh-jauh daru dunia "si kulit bundar". Peran sebagai pemain merangkap pelatih pernah dilakoninya di Swindon Town. Kurang mendapatkan sukses, pria berusia 44 tahun itu pindah dan menjadi pelatih penuh di Blackpool dan klub Australia, Perth Glory. Namun karirnya di Australia tidak sampai setahun, dan kini terikat kontrak selama 18 bulan sejak 2005 sebagai presenter sepakbola.Reputasinya sebagai salah satu pemain Liverpool yang cukup sukses dengan tiga gelar Liga Inggris dan satu Piala FA, ternyata mampu menyedot antusiasme fans Liverpool di Jakarta. Acara nonton bareng Liverpool vs Everton akhir pekan lalu di Batula Cafe, didatangi 200 orang lebih fans The Reds.Derby Merseyside itu berakhir 3-1 untuk kemenangan Liverpool. Tetapi bukan hasil pertandingan yang menimbulkan kesan paling dalam bagi McMahon, melainkan kehadiran serta aksi para fans Liverpool Indonesia."Fantastis! Saya beritahu Anda, bahkan saat ini saya merasa seperti sedang di dalam stadion di Anfield. Fans di sini sungguh mengenal tim yang mereka dukung. Semangatnya, nyanyiannya, semuanya!" ujar McMahon.Tidak berlebihan memang komentar mantan pemain Inggris di Piala Dunia 1990 itu. Sebagian besar dari sekitar 200 lebih suporter Liverpool yang datang, seakan hapal luar dalam soal tim yang didukungnya.Dalam acara kuis yang dipandu rekan kerja McMahon, yaitu pembawa acara Football Crazy, Sheikh Heikel, pertanyaan tentang pelatih-pelatih lama Liverpool juga pemain-pemain yang mencetak gol monumental, terjawab dengan lancar.Soal kreativitas, sejak mulai berdatangan hingga akan bubar acara, lagu serta yel-yel bertemakan Liverpool terdengar sambung menyambung. Sementara saat pertandingan, lagu yang dinyanyikan suporter Liverpool di Anfied, menjadi panduan yang diikuti dengan fasih. Keberadaan suporter wanita, bule, muda, tua hingga anak-anak pun membuat nyaman suasana.Satu hal yang tidak diketahui McMahon, di antara suporter yang datang, ada yang sengaja melakukan perjalanan dari wilayah luar Jakarta, seperti Bandung. Sesuatu yang bahkan untuk sebagian besar suporter klub lokal belum menjadi tradisi.Instan-kah semua ini? Tidak. Butuh proses walau tidak sulit. Syaratnya, masing-masing individu harus memiliki setidaknya rasa kagum terhadap Liverpool. Hal-hal lainnya akan diketahui saat sudah bergabung dalam klub suporter Liverpool yakni "BIGREDS", dan mengikuti kegiatan yang memang sangat sering digelar.Anda ingin menjadi bagian dari sesuatu yang fantastis?Foto: Suasana nonton bareng Liverpool vs Everton di Batula Cafe akhir pekan lalu. (Detiksport/Salomo) (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads