Mbappe Nomor 1 di PSG, Messi Harus Melayaninya

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 28 Sep 2021 10:20 WIB
Paris Saint-Germains French forward Kylian Mbappe talks to Paris Saint-Germains Argentinian forward Lionel Messi at the end of the French L1 football match between Stade de Reims and Paris Saint-Germain at Auguste Delaune Stadium in Reims on August 29, 2021. (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Nicolas Anelka percaya, Lionel Messi mesti melayani Kylian Mbappe di PSG, bukan sebaliknya. (Foto: AFP/FRANCK FIFE)
Paris -

Trisula maut Paris St. Germain masih belum 'meledak'. Eks striker top Prancis Nicolas Anelka yakin, Lionel Messi mesti melayani Kylian Mbappe bukan sebaliknya.

Trio Messi-Neymar-Mbappe digadang-gadang akan mendominasi sepakbola Eropa di musim ini. Akan tetapi, MNM baru menghasilkan lima gol sejauh ini.

Mbappe menyumbang empat gol plus empat assist dalam sembilan pertandingan PSG, sementara Neymar bary mengemas satu gol dan dua assist dalam lima penampilannya. Sedangkan Messi malah sama sekali belum membuat gol atau assist dalam tiga pertandingan.

Pemain yang disebutkan terakhir mulai dikhawatirkan dalam adaptasinya dengan sistem permainan Les Parisiens setelah sekian lama menjadi pusat permainan di Barcelona. Anelka meyakini, PSG mesti menjadikan Mbappe pusat permainan untuk meraih sukses.

"Mbappe harus memimpin serangan karena dia nomor 1," cetus Anelka kepada Le Parisien. "Messi memang dulu di Barcelona, tapi sekarang dia harus melayani Mbappe."

"Dia sudah berada di klub selama lima tahun dan Messi harus menghormati dia," sambung mantan pemain PSG, Arsenal, Real Madrid, Liverpool, Manchester city, dan Chelsea itu.

Kylian Mbappe berpeluang besar meninggalkan PSG secara cuma-cuma di musim panas selanjutnya setelah menolak tawaran perpanjangan kontrak. Anelka yakin Mbappe memang ingin pindah ke Real Madrid demi memburu Ballon d'Or.

"Mbappe itu pemain fenomenal dalam kaitannya dengan kecepatan, tidak ada lagi yang lebih baik daripada dia di planet ini. Kalau Paris ingin memiliki tim terbaik, mereka harus melakukan segalanya agar dia bertahan. Tapi saya pikir sudah jelas sih pemikiran Kylian. Dia ingin melihat sesuatu yang berbeda, dan itu masuk akal."

"Dia memimpikan Ballon d'Or, dan bagaimana bisa dia memenanginya kalau dia hanya bermain di liga keenam terbaik di koefisien UEFA?" Anelka menyimpulkan tentang masa depan Mbappe.



Simak Video "Mbappe Gagal Eksekusi Penalti, Prancis Kalah dari Swiss"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/mrp)