Lyon yang Perkasa
Minggu, 16 Apr 2006 07:24 WIB
Lyon - Diperlukan waktu 52 tahun buat Olympique Lyon untuk memenangi titel Liga Prancis pertamanya dan sekarang, empat tahun kemudian, mereka sudah membuat rekor juara lima musim berturut-turut.Ya, Lyon dipastikan kembali menjadi juara setelah pesaing terdekatnya saat ini, Girondins Bordeaux, menderita kekalahan 2-3 dari Lille, Minggu (15/4/2006) dinihari WIB.Kekalahan tersebut membuat perolehan angka Bordeaux tetap 61 dan itu takkan cukup buat mengejar Lyon meskipun masih punya empat pertandingan sisa. Lyon, yang baru nanti malam memainkan laganya yang ke-34 melawan Paris St Germain, sudah mengantongi nilai 75. Terbentuk pada tahun 1950, Lyon baru bisa merebut titel juara League 1 pada tahun 2002, saat ditukangi Jacques Santini. Sejak itu mereka terus memenang gelar tersebut dan mematahkan rekor juara empat musim berturut-turut yang dipegang St Etienne (1967-1970) dan Olympique Marseille (1989-1992).Paul Le Guen, yang menggantikan Santini mulai musim 2002/2003, menyumbangkan tiga gelar berikutnya sebelum hengkang menyusul perselisihannya dengan ketua klub Jean-Michael Aulas, yang akhirnya melego Michael Essien ke Chelsea senilai 38 juta euro, walaupun pernah berikrar takkan pernah melepas gelandang internasional Ghana itu.Sepeninggal Le Guen, di bulan Agustus 2004 Lyon merekrut orang Prancis lain, Gerard Houllier, untuk menangani Gregory Coupet dkk. Sederet pemain kemudian didatangkan mantan pelatih Liverpool itu ke Stade de Gerland.Gelandang Portugal Tiago diboyong dari Chelsea, dan kerja samanya dengan Mahamadou Diarra (Mali) dan Juninho Pernambucano (Brasil) menjadikan lini tengah Lyon sebagai salah satu yang paling impresif di Eropa saat ini.Uang transfer sebesar 45 juta euro yang dihabiskan Houlllier juga antara lain untuk membeli striker bertubuh besar dari Norwegia, John Carew, gelandang internasional Prancis Benoit Pedretti, dan penyerang Brasil Fred.Dari 33 pertandingan yang telah dilakoni, Lyon hanya menderita kekalahan dua kali, yakni dari Lille 1-3 dan Stade Rennes 1-4, yang terjadi di kandangnya sendiri. Uniknya, rekor tandang mereka sangat bagus, yakni 11 kali menang dan enam kali seri.Meskipun kalah di menit-menit akhir dari AC Milan di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions -- kali ketiga berturut-turut--, dan babak delapan besar Piala Prancis dari Marseille, Lyon terlanjur menciptakan musim yang perkasa, dan layak diperhitungkan oleh semua orang di setiap turnamen yang akan diikutinya musim depan.Foto: Tiago (tengah) dan Gregory Coupet (kanan). Dua kunci sukses Lyon musim ini. (AFP/Pierre-Philippe Marcou) (a2s/)











































