Jelang Arsenal vs Villarreal
Henry: Lupakan Premiership
Selasa, 18 Apr 2006 07:02 WIB
London - Menjelang leg pertama semifinal Liga Champions melawan Villarreal di Highbury, Kamis (19/4/2006), striker Arsenal Thierry Henry mengingatkan rekan-rekannya untuk melupakan perburuan peringkat empat di Liga Inggris. Peringatan ini muncul karena kubu Arsenal juga tengah mengejar posisi keempat di klasemen Liga Premier. Saat ini Arsenal berada di posisi kelima, tertinggal empat poin dari pesaing terdekatnya Tottenham Hotspur."Saat ini semua orang membicarakan tentang perebutan tempat keempat, tapi kita harus mengesampingkan hal tersebut dan konsentrasi untuk pertandingan semifinal Liga Champions," ucap Henry seperti dilansir Soccernet, Selasa (18/4/2006).Meski demikian tentu saja ajakan striker Prancis ini memiliki risiko. Sebab jika tidak masuk empat besar di Liga Premier, dan gagal juga di Liga Champions, maka The Gunners tidak akan tampil di ajang top Eropa musim depan.Sebenarnya fokus di Liga Champions ini telah diperlihatkan terlebih dahulu oleh kebijakan pelatih Arsene Wenger untuk menarik keluar Henry pada partai Liga Premier melawan West Bromwich Albion Sabtu lalu. "Saya rasa itu satu-satunya cara untuk membuat Henry kembali fit menghadapi pertandingan semifinal Rabu nanti," ujar Wenger.Arsenal diharapkan dapat menampilkan permainan seperti yang mereka tunjukkan ketika menyingkirkan dua raksaksa Eropa, yaitu wakil Spanyol Real Madrid dan wakil Italia Juventus di partai sebelumnya.Lawan Arsenal di semifinal adalah wakil Spanyol yang baru pertama kali berlaga di Liga Champions. Villarreal, seperti halnya Arsenal, telah menciptakan sejarah dengan lolos ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya. Meskipun begitu Arsenal tidak sedikitpun menganggap enteng kubu lawan. "Organisasi permainan mereka sangat rapih dan pertahanan mereka sangat rapat. Mereka dapat dengan tiba-tiba melakukan serangan balasan yang mematikan," ujar Henry. "Mereka adalah tim yang bagus dan memainkan sepakbola dengan baik. Jika lengah mereka dapat memberikan pelajaran yang menyakitkan."Meskipun kedua kubu menjanjikan fokus di pertandingan semifinal, tak dapat dipungkiri bahwa keduanya pasti ingin melanjutkan sejarah mereka dengan masuk final. Tim manakah yang akan mengukir sejarah lebih jauh? Patut kita tunggu.Foto: Thierry Henry (AFP/Adrian Dennis). (lom/)











































