Bosnia Tetap Ingin Mainkan Dzeko Meski Dilarang Inter Milan

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 11 Nov 2021 09:15 WIB
MILAN, ITALY - NOVEMBER 07: Edin Dzeko of FC Internazionale warms up prior to the Serie A match between AC Milan and FC Internazionale at Stadio Giuseppe Meazza on November 07, 2021 in Milan, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Dzeko saat berlatih bersama Inter Milan. Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Jakarta -

Timnas Bosnia-Herzegovina berencana memainkan Edin Dzeko dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal itu bertentangan dengan keinginan Inter Milan.

Dzeko bermain selama 76 menit dalam laga derby melawan AC Milan akhir pekan lalu, kemudian digantikan oleh Joaquin Correa. Penyerang 35 tahun itu dilaporkan tak bermain penuh karena ada masalah di otot kakinya.

Inter ingin agar Dzeko diistirahatkan dulu agar cederanya tak semakin parah. Meski demikian, Bosnia tetap memanggil Dzeko, bahkan berencana memainkannya dalam laga melawan Finlandia (13/11) dan Ukraina (16/11), dua laga krusial yang menentukan lolos tidaknya mereka ke Qatar tahun depan.

ZENICA, BOSNIA AND HERZEGOVINA - NOVEMBER 13. Edin Dzeko of Bosnia looks on during the EURO 2016 Qualifier Play-Off First Leg match at Bilino Polje Stadium on November 13, 2015 in Zenica, Bosnia and Herzegovina. (Photo by Srdjan Stevanovic/Getty Images)Edin Dzeko masih jadi andalan Bosnia meski sudah berusia 35 tahun. Foto: Getty Images/Srdjan Stevanovic

"Kami harap Dzeko siap bermain, tapi kondisinya baik-baik saja dan kami percaya dia bisa bermain nanti," ujar asisten pelatih Bosnia, Elvir Rahimic seperti dikutip Football Italia.

"Kami sudah membaca komentar (Pelatih Inter, Simone) Inzaghi dan Inter tak mau mengambil risiko soal Dzeko, tapi itu konyol. Kalau Dzeko siap, dia pasti akan main," jelas pria 45 tahun itu.

Bosnia saat ini berada di urutan keempat Grup D dengan 7 poin dalam 6 laga, di bawah Finlandia (8 poin), Ukraina (9 poin), dan Prancis (12 poin). Jika menang di dua laga berikut, mereka setidaknya akan masuk babak playoff. Lolos langsung masih memungkinkan, dengan syarat Prancis harus kalah di dua laga terakhir.

(adp/ran)