Jelang Barcelona v AC Milan
Misi Balas Dendam Barca
Selasa, 25 Apr 2006 15:19 WIB
Jakarta - Kemenangan atas AC Milan di leg kedua babak semifinal Liga Champions lebih dari sekedar meraih tiket ke final buat Barcelona. Ada aroma dendam 12 tahun yang diusung El Barca di Nou Camp, Kamis besok.Tahun 1994 bisa jadi merupakan tahun yang tak akan dilupakan oleh Barcelona dalam perjalanan mereka di Liga Champions. Melangkah ke final dengan kekuatan dasyat -- saat itu dihuni nama-nama besar Eropa seperti Josep (Pep) Guardiola, Ronald Koeman, Miguel Angel Nadal, Hristo Stoichkov dan Romario -- Barcelona justru dipaksa pulang dengan kepala tertunduk oleh RossoneriDi Spiros Louis Stadium, Athena, 18 Mei 1994, Barca bukan saja gagal mengulang prestasi yang mereka raih dua tahun sebelumnya saat mengalahkan Sampdoria di final. Dua gol dari Daniele Massaro serta masing-masing satu dari Dejan Savicevic dan Marcel Desailly membuat skuad asuhan Johan Cruyff menelan kekalahan telak 0-4. Saat Ludovic Giuly menjebol gawang Milan di leg pertama pekan lalu, peluang Barca untuk menuntaskan dendam itu terbuka lebar. Apalagi Ronaldinho cs akan menjadi tuan rumah dalam laga yang akan di gelar Kamis (27/4/2006).Memang laga kali ini belum mencapai puncak, atau baru di babak semifinal. Namun kemenangan atas Milan pastinya akan mengobati luka yang sudah berumur 12 tahun itu.Apalagi Barca juga punya banyak keuntungan selain tabungan satu gol mereka di San Siro dan bermain di depan pendukungnya sendiri. Secara fisik, Charles Puyol dkk punya stamina lebih oke setelah batal menjalani pertandingan di kompetisi domestik akhir pekan lalu.Keuntungan lainnya datang justru dari kondisi Milan sendiri. Pasukan Carlo Ancelotti terbang ke Spanyol dengan diiringi kekhawatiran cedera pemain. Bolehlah Marcos Cafu dan Filippo Inzaghi menyatakan kesiapannya membalikkan keadaan. Tapi masih belum pastinya kondisi Alessandro Nesta dan Andriy Shevchenko tentu menjadi bonus besar buat El Barca.Tanpa Nesta, lini belang Milan hanyalah barisan bek tua yang sudah lama minta diregenarasi. Sprint Samuel Eto'o rasanya sudah cukup untuk membuat Paolo Maldini atau Jaap Stamp pontang-panting mengawal Dida yang belum lagi konsisten menjaga gawangnya.Barca bisa menang besar? Bagaiamanapun juga Milan adalah klub besar yang tak akan mudah dikalahkan begitu saja. Apalagi Ancelotti sudah mengisyaratkan kalau dirinya lebih memilih Liga Champions dibanding mengejar Juventus yang kini hanya terpaut tiga angka.Dengan semua faktor yang sudah disebut, Barca memang berpeluang besar kembali keluar lapangan sebagai pemenang. Tapi Milan tetaplah Milan yang tak akan menyerah hingga pertandingan benar-benar berakhir.So, serunya laga pertama di San Siro pekan lalu bisa dipastikan belum akan mereda, dan Nou Camp akan menjadi saksi akankah Barca membalaskan dendamnya.Foto: Ronaldinho dan Samuel Eto'o. Siap menghadirkan mimpi buruk buat AC Milan (uefa). (din/)











































