Ibrahimovic Memang Sengaja Seruduk Azpilicueta!

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 23 Nov 2021 16:40 WIB
SEVILLE, SPAIN - NOVEMBER 14: Zlatan Ibrahimovic of Sweden controls the ball during the 2022 FIFA World Cup Qualifier match between Spain and Sweden at Estadio de La Cartuja on November 14, 2021 in Seville, . (Photo by Fran Santiago/Getty Images)
Zlatan Ibrahimovic sengaja menyeduruk Cesar Azpilicueta di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022, sepekan lalu. (Foto: Getty Images/Fran Santiago)
Milan -

Bintang sepakbola Swedia Zlatan Ibrahimovic baru-baru ini disorot karena menyeduruk Cesar Azpilicueta. Ibra sengaja melakukannya untuk membalas lawannya itu.

Peristiwa itu terjadi saat Swedia dikalahkan Spanyol 0-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2022 sepekan lalu. Setelah unggul lewat gol Alvaro Morata, La Furia Roja menghadapi sepak pojok Swedia. Tiba-tiba Ibrahimovic mendorong Azpilicueta dengan pundaknya sampai jatuh tersungkur dan meringis kesakitan.



Untungnya insiden tersebut tidak lantas membuat Azpilicueta cedera. Ibrahimovic sendiri diskors sehingga tidak dapat membela Swedia untuk berlaga di pertandingan playoff pertama.

Ibrahimovic mengakui bahwa serudukannya terhadap bek Chelsea itu memang tindakan bodoh. Namun, Ibra menolak minta maaf karena menurut anggapannya, Azpilicueta, layak mendapatkannya usai melontarkan komentar terhadap salah satu pemain muda Swedia.

"Belum lama ini di tim nasional, aku menekel [Azpilicueta]. Aku sengaja kok," ungkap Ibrahimovic kepada the Guardian. "Aku tidak malu mengakuinya karena dia melakukan sesuatu yang bodoh kepada pemainku. Bereaksi berlebihan kepada pemainku."

"Itu memang tindakan bodoh tapi aku akan tetap melakukannya agar dia paham: 'Anda jangan melakukannya! Anda tidak punya nyali untuk melakukannya terhadapku. Tapi aku akan menunjukkan kepada Anda apa yang terjadi jika Anda melakukannya kepadaku.' Itulah mengapa aku melakukannya," lanjut bintang AC Milan ini.

"Apa yang bisa dia katakan? Dia tidak akan mengatakannya kepadaku tapi dia akan bilang kepada pemainku, yang tidak akan melakukan apapun karena dia itu terlalu baik. Itu memang bukan aksi yang bagus olehku, tapi aku tetap akan melakukan nya. Itulah aku. Aku tidak malu mengakuinya."

"Itu bukan soal mesti main di playoff. Itu tentang membuat si pemain paham bahwa Anda jangan mengejek orang lain yang lagi tersungkur [di atas lapangan]. Anda jangan menyerang anjing yang tidak menyalak. Serang aja yang bisa melakukan sesuatu. Terlalu mudah untuk menyalahi rekanku yang masih berusia 20 tahun dan pemain yang baik. Kuharap dia sekarang paham," sembur Ibrahimovic.

(rin/krs)