Bukan Mission Impossible

Jelang Barcelona vs Milan

Bukan Mission Impossible

- Sepakbola
Rabu, 26 Apr 2006 13:00 WIB
Bukan Mission Impossible
Jakarta - Walau menelan kekalahan 0-1 justru saat bermain di kandang, AC Milan tak memandang kecil peluang mereka melangkah ke final. Segala keyakinan positif kini dimiliki pasukan Merah-Hitam demi membalikkan keadaan."Bola itu bundar", "Pertandingan belum berakhir sebelum wasit meniup peluit panjang" dan "Segala hal bisa terjadi di sepakbola". Itulah pameo bernada optimis yang mungkin sedang mengiang-ngiang di dalam diri pemain Milan jelang laga kedua babak semifinal Liga Champions di Nou Camp malam nanti.Ya, tertinggal 0-1 di San Siro melawan tim sekaliber Barcelona memang sebuah kerugian besar. Usaha membalikkan keadaan di Nou Camp juga menuntut sebuah kerja ekstra keras. Tapi itu semua juga bukan tak mungkin untuk diwujudkan.Sebenarnya Milan adalah korban dari semua pameo yang disebut di atas. Mempertahankan keunggulan justru menjadi hal yang paling sulit dilakukan Rossoneri dalam tiga musim ke belakang.Setelah merengkuh gelar juara musim 2002-2003 Milan mungkin bisa disebut mengalami fobia keunggulan, lihat saja apa yang mereka raih semusim kemudian. Unggul 4-1 saat menjamu Deportivo La Coruna di leg pertama babak perempatfinal, Milan akhirnya kalah 0-4 di Riazor. Yang paling menyakitkan tentu saja di partai final musim lalu saat sempat unggul 3-0 di babak pertama sebelum akhirnya kalah 6-5 lewat adu penalti atas Liverpool.Nah, kini Milan yang gantian ingin membalikkan semua anggapan berbau "hampir tak mungkin". Kalau benar Milan fobia keunggulan, kondisi tertinggal seharusnya bisa menjadi keuntungan buat Paolo Maldini cs tampil ngotot dan bertenaga.Sejak kekalahan pekan lalu, Ancelotti dan segenap punggawa Milan memang masih menyatakan keyakinan besarnya untuk bisa melangkah ke Paris bulan depan. Terlepas dari hasil akhir, Milan sebenarnya memang punya bayak kesempatan untuk bisa keluar lapangan dengan kepala tegak."Kami layak menang di San Siro walau akhirnya kami kalah 0-1. Tapi fakta tersebut memberi kami keyakinan kalau kami bisa membalikkan keadaan walau kami tahu itu akan sangat sulit," yakin Filippo Inzaghi, yang tak bisa merumput di leg pertama akibat terserang virus.Absennya Pippo di laga pertama memang patut disayangkan Milan. Striker oportunis itu diyakini bakal ganas menyambar bola-bola matang yang minggu lalu justru banyak dibuang Alberto Gilardino.Barcelona sendiri juga menyatakan tak akan berdiam diri meladeni tamunya yang dijamin tampil agresif. Frank Rijkaard menjanjikan penampilan meyerang dari pasukannya demi mengimbangi serbuan Kaka dan Andriy Shevchenko. Jika itu benar diterapkan maka permainan terbuka seperti yang terjadi di leg pertama dipastikan akan terulang malam nanti.Bermain terbuka juga diyakini bakal menjadi keuntungan tambahan buat Milan. Setidaknya Clarence Seedorf melihat kalau permainan menyerang yang diperagakan Barca akan membuka kemungkinan Milan melakukan counter-attack. "Saya pikir mereka akan bermain lebih menyerang di depan pendukungnya sendiri dan memberi kami peluang untuk melakukan serangan balik," sahut Seedorf.Meraih kemenangan di kandang Barcelona memang sangat mungkin dilakukan. Musim 2000/2001 Milan pernah melakukannya dengan unggul 2-0 di fase grup. Ya, membawa pulang kemenangan dari Nou Camp memang bukan misi yang tak mungkin, dan Marcos Cafu menyadari betul fakta tersebut."Kami melakukan perjalanan ke Barcelona dengan kondisi psikologis sangat baik. Kami ingin malokoni pertandingan yang hebat dan mencapai final. Meraih kemenangan di Nou Camp bukanlah sebuah mission impossible buat Rossoneri," tegas bek gaek Brasil itu.Foto: Filippo Inzaghi, tak ada mission impossible buat AC Milan (uefa). (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads