Rijkaard Tetap Puji Milan
Kamis, 27 Apr 2006 06:01 WIB
Barcelona - Meski lolos ke final, pelatih Barcelona Frank Rijkaard tetap memuji rivalnya AC Milan. Ia mengakui bahwa serangan fantastis Milan telah memaksa mereka untuk bertahan.Barca memastikan tiket ke final Liga Champions di Stade De France 18 Mei mendatang setelah memantapkan kemenangan 1-0 di San Siro dengan menahan klub Italia itu 0-0 di Nou Camp, Kamis (27/4/2006) dinihari WIB.Rijkaard pun gembira akan keberhasilan skuadnya maju ke final. Namun pelatih asal Belanda ini mengakui mereka dipaksa bertahan menghadapi serangan anak-anak Milan."Jujur saja, saya yakin jalan seperti ini diperlukan, di mana kami menghadapi tim hebat seperti Milan. Itu merupakan hasil yang terbaik bagi kami untuk dapat lolos," aku Rijkaard usai pertandingan seperti dilansir Football Italia "Kami memilih memainkan Edmilson sebagai gelandang bertahan. Ini tampaknya sangat masuk akal. Dia lebih banyak di belakang sering mengawal Kaka, namun saat dibutuhkan dia juga didorong ke depan," ujarnya. "Jadi ini bukan murni man-marking. Yang paling penting adalah bertahan dengan baik. Begitu pula dengan striker, Anda tidak perlu berkerja terlalu keras guna melakukan serangan," tambah pelatih Barca ini. Rijkaard merupakan rekan setim pelatih Carlo Ancelotti di Milan di akhir tahun 1980-an. Rijkaard pun mengakui bahwa dia mengambil beberapa bagian dari pengajaran pelatih mereka di Milan dahulu Arrigo Sacchi. "Saya selalu memilih untuk memainkan sepakbola menyerang. Namun kami tidak boleh lupa bahwa ada saatnya melawan klub yang hebat Anda harus menurunkan tempo dan mencoba mengontrol permainan," tukasnya. Foto: Frank Rijkaard (pubtv). (key/)











































