Kisah Belenenses Diamuk COVID-19: Lawan Benfica dengan 9 Pemain

Kris Fathoni W - Sepakbola
Senin, 29 Nov 2021 20:05 WIB
Belenenses SAD players pose before the Portuguese league football match between Belenenses SAD and SL Benfica at the Jamor stadium in Oeiras, outskirts of Lisbon on November 27, 2021. (Photo by PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)
Foto: AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA
Jakarta -

Klub divisi utama Liga Portugal, Belenenses, menghadapi krisis pemain dalam skuad akibat diamuk COVID-19. Mereka terpaka main dengan 9 orang ketika menjamu klub raksasa Benfica.

Seperti dilansir RT.com, total ada 17 pemain Belenenses yang kini harus menepi karena positif COVID-19. Dari hasil penelusuran, awalnya ada satu pemain mereka yang balik dari aktivitas timnas di Afrika Selatan dan dinyatakan positif.

Setelah itu, dengan cepat virus menyebar ke 16 rekan satu timnya. Hal itu sendiri muncul seiring kekhawatiran merebaknya varian Omicron di bagian Afrika Selatan.

Dengan situasi itu, Belenenses lantas meminta agar otoritas liga Portugal menunda pertandingannya lawan Benfica pada akhir pekan. Tapi permintaan itu ditolak.

Maka jadilah Belenenses, tim yang kini terancam zona degradasi di Portugal, berhadapan dengan Benfica yang merupakan salah satu tim tangguh di liga itu dan sedang bersaing di papan atas.

Pertandingan Belenenses Vs Benfica pada akhir pekan pun berjalan kian timpang. Tim tuan rumah terpaksa main dengan 9 orang saja, termasuk dua orang kiper. Tak ada pemain pengganti satu pun.







Tak heran kalau kemudian Belenenses sudah ketinggalan 0-7 dari Benfica, yang sudah unggul dua pemain sedari menit awal. Di babak kedua, cuma tujuh orang pemain Belenenses yang keluar dari ruang ganti akibat cedera.

Tak berapa lama usai kick-off babak kedua, kiper Joao Monteiro yang terpaksa main di posisi outfield terduduk di lapangan dan mengaku dirinya cedera. Belenenses tersisa enam pemain dan BBC menyebut pertandingan langsung dihentikan.

Situasi itu sontak menuai sorotan. Banyak yang tidak habis pikir kenapa laga tersebut tidak ditunda.

"Aku menyesali apa yang terjadi hari ini, sebuah bab kelam dalam sepakbola Portugal dan juga negara kami," kata Rui Costa, legenda sepakbola Portugal yang juga jadi presiden Benfica.

Ia juga menyebut pihaknya terpaksa bermain, menyoroti pihak liga dan kementerian kesehatan yang semestinya berwenang menunda laga -- tapi tidak melakukannya.

Sporting Lisbon, salah satu rival Benfica di papan atas, ikut menyatakan rasa prihatinnya. "Hari ini sepakbola Portugal secara keseluruhan sudah dinodai dengan serius."

Sporting menegaskan bahwa tetap dimainkannya laga Belenenses Vs Benfica, alih-alih ditunda, sudah mencemari kredibilitas dari jalannya liga mengingat hasil di laga itu bisa saja berdampak pada hasil di akhir musim.

"Hal ini sudah mendapatkan perhatian internasional dan menandai episode kelam lain dalam sepakbola Portugal."

(krs/ran)