Nada Pesimitis Buat Korea

Jelang Piala Dunia 2006

Nada Pesimitis Buat Korea

- Sepakbola
Senin, 01 Mei 2006 12:52 WIB
Nada Pesimitis Buat Korea
Seoul - Korea Selatan bisa disebut salah satu negara terkuat di Asia saat ini. Empat tahun lalu mereka mengejutkan dunia dengan lolos ke babak semifinal. Namun tahun ini mereka diragukan bisa sesukses itu. Salah seorang yang menyuarakan keraguannya adalah Ian Porterfield, mantan pelatih Pusan I-Park. Menurutnya Korea akan menemui tantangan yang sangat berat di Jerman tanpa kehadiran suporter fanatik mereka seperti empat tahun lalu. "Apa yang terjadi di tahun 2002 adalah sesuatu yang fenomenal," ungkap pelatih yang berhenti dari klub Pusan bulan lalu itu, seperti dilansir dari Reuters. "Keuntungan sebagai tuan rumah menjadi faktor yang cukup menentukan. Kemampuan Korea Selatan seakan tidak dikenal Jika berada di luar. Mereka memang bukan tim tamu yang bagus," tambahnya. Pada Piala Dunia 2006 nanti Korea akan bergabung bersama Prancis, Swiss, dan Togo di Grup G. Dari kelompok ini, diperkirakan Poterfield, "The Red Devils" masih punya peluang lolos ke babak kedua. "Mereka seharusnya dapat mengalahkan Togo yang tidak terlalu berbahaya. Jika dapat memperoleh poin dari Prancis dan lolos ke babak 16 besar, hal itu akan menjadi sukses besar," tutur pria yang juga pernah melatih Chelsea itu. "Selebihnya, jika mereka mencapai perempat final maka itu akan jadi bonus yang besar."Penampilan Korea Selatan usai Piala Dunia 2002 memang kurang meyakinkan. Di bawah asuhan pelatih Portugal Humberto Coelho dan pelatih Belanda Jo Bonfere, tim "Ginseng" sering menelan kekalahan dan gagal menunjukkan penampilan hebat nan fenomenal seperti saat diasuh Guus Hiddink. Grafik permainan Park Ji-sung dan kawan-kawan baru sedikit membaik lagi setelah Dick Advocaat datang. Dengan polesan pelatih asal Belanda itu Korea pun lolos ke Jerman.Sayangnya Advocaat harus menerima kabar yang tidak sedap tentang salah satu pemain intinya. Penyerang andalan Lee Dong-Gook baru saja terkena cedera serius dan diragukan dapat tampil di Piala Dunia. Meskipun masih punya gelandang serang Park Ji-Sung dan striker Park Chu-young yang cukup produktif, tak dapat disangsikan bahwa kehilangan Dong-Gook akan mengurangi kekuatan mereka. "Ini sebuah pukulan berat untuk mereka," ujar Poterfield. Meskipun di bawah tangan Advocaat penampilan Korea disebut menyamai penampilannya ketika ditangani Hiddink, namun kekuatan mereka masih belum dapat dibuktikan. "Tidak seorangpun tahu bagaimana mereka akan mengatasi tekanan Piala Dunia di luar negaranya. Ini adalah skenario yang berbeda di Jerman. Hanya ketika tekanan Piala Dunia telah terlihat, maka Anda baru bisa menilai kinerja Advocaat," tutur pelatih yang juga sempat diminta untuk menangani Korea itu . Poterfield pun mengingatkan bahwa Korea tidak pernah menang dalam satu partai pun di Piala Dunia sebelum kesuksesan mereka empat tahun lalu. Tetapi menurut pelatih berusia 60 tahun ini sedikit harapan masihlah ada."Mereka mungkin bukan yang terbaik secara individual, tetapi etos kerja dan Komitmen mereka sangat luar biasa," sebut Poterfield. "Bahkan mereka mungkin akan menjadi tim kejutan kembali. Siapa Tahu?"Foto: Tim Korea Selatan. Diperkirakan tidak sefenomenal di Piala Dunia 2002. (AFP/Jung Yeon-Je) (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads