Klub Besar Hilangkan Identitas Sepakbola

Klub Besar Hilangkan Identitas Sepakbola

- Sepakbola
Kamis, 04 Mei 2006 02:52 WIB
Klub Besar Hilangkan Identitas Sepakbola
Brussels - Setelah FIFA, kini UEFA yang menjadi musuh klub-klub kaya anggota G14.UEFA menuduh klub-klub besar telah menghilangkan identitas sebenarnya dari sepakbola. Ciri-ciri asli dari olahraga paling tenar sejagat ini tampaknya mulai luntur. Hal ini disebabkan oleh klub-klub kaya hanya mengontrak pemain demi keuntungan finansial bukan karena kemampuan mereka. Pendapat ini disampaikan oleh pembuat undang-undang di Uni Eropa (EU) dalam suatu dengar pendapat publik. Hearing ini merupakan kali pertama masyarakat duduk berdampingan dengan pejabat klub-klub besar anggota G14. "Terlalu banyak klub besar yang membeli pemain terbaik dan kemudian membiarkan mereka duduk di bangku cadangan sehingga menghilangkan hak para penggemar untuk bisa menyaksikan mereka, dan juga menghilangkan hak klub-klub lain untuk bisa mendapatkan mereka" ujar Lars-Christian Olson CEO dari UEFA, Rabu (03/05/2006). Olson melanjutkan "Suatu contoh betapa buruknya masalah ini adalah dengan apa yang kita sebut Faktor Asia, dimana klub-klub membeli pemain dari Asia hanya demi keuntungan komersial, memberikan mereka gaji tinggi dan menyimpan mereka di bangku cadangan". Topik pembicaraan dari diskusi ini adalah tentang penggunaan pemain binaan asli yang telah disetujui tahun lalu dalam kongres UEFA. Badan sepakbola Eropa ini telah mematok kuota tentang penggunaan pemain produk lokal klub dalam kompetisi Eropa mulai musim 2006-2007. Tim-tim yang berlaga di kompetisi Eropa harus menggunakan pemain binaan asli, yaitu pemain yang sedikitnya telah bergabung dengan klub tersebut selama tiga tahun dan berusia antara 15 sampai 21 tahun. Namun peraturan ini menimbulkan tanda tanya. Apakah hal ini tidak melanggar hukum kompetisi EU? "Kita tidak mempertanyakan apakah peraturan ini benar atau salah, tapi apakah ini legal" sahut Thomas Kurth, general manager G14. "Peraturan ini tentunya tidak sesuai dengan traktat EU tentang non-diskriminasi dan pergerakan bebas dan tentunya menciptakan potensi masalah hukum dan finansial bagi klub" lanjut Kurth. Beberapa waktu lalu FIFA juga menolak untuk bernegosiasi dengan G14 atas masalah penggunaan pemain di tim nasional. G14 meminta agar negara yang menggunakan pemain untuk kepentingan tim nasional memberikan kompensasi kepada klub apabila pemain yang bersangkutan mengalami cedera saat membela negara. Atas usul ini, Presiden FIFA Sepp Blatter, sangat menentang. Ia bahkan siap untuk "berperang" dengan klub-klub tersebut. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads