Lagi, Isu Politik Ganggu Iran

Lagi, Isu Politik Ganggu Iran

- Sepakbola
Kamis, 04 Mei 2006 11:38 WIB
Lagi, Isu Politik Ganggu Iran
Teheran - Negara Asia yang akan mengikuti Piala Dunia ketiganya ini memang kerap bermasalah dengan isu politik. Gara-gara tidak mau konsentrasi mereka terganggu beberapa pemain bahkan meminta Presiden Mahmoud Ahmadinejad agar tidak datang ke Jerman nanti. Memang tanpa campur tangan pejabat pemerintah saja, timnas Iran kerap diganggu isu politik. Akhir Maret lalu pertandingan persahabatan mereka melawan Ghana dan Uruguay dibatalkan, sehingga tim asuhan Branko Ivankovic ini hanya tinggal memiliki dua partai pemanasan, yaitu dengan Kroasia dan Bosnia-Herzegovina pada 28 dan 31 Mei nanti. Namun kepastian sisa pemanasan itu pun masih diiringi isu politik. Menurut rumor negara-negara Eropa dan benua lainnya menolak bermain karena masalah tersebut. Iran memang memiliki hubungan dingin dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Itu sebabnya timnas mereka seringkali terkena imbas permasalahan ini.Misalnya ketika Piala Dunia 1998, tim berjuluk Team Melli ini bergabung dengan musuh besarnya di dunia politik, Amerika Serikat. Santer saja berita persiapan partai tersebut memanas, untung saja pertandingan yang akhirnya dimenangkan Iran 2-1 itu berlangsung dengan aman. Meski begitu, Ivankovic menolak gagalnya pertandingan persahabatan mereka dengan negara-negara lain disebabkan masalah politik. "Tak ada hubungannya dengan politik, tetapi semuanya dikarenakan fakta bahwa pemain bintang kami sering tidak dapat dimainkan," jelas Ivankovic seperti dilansir Skysports, Kamis (4/5/2006). "Kami mendapatkan kesulitan mengumpulkan seluruh tim. Bundesliga baru berakhir 15 Mei, kemudian kami masih harus memberikan mereka istirahat tujuh hari berdasarkan peraturan FIFA. Kami harus memulai latihan sejak lima hari lalu hanya dengan para pemain yang berlaga di Liga Iran," tukas pelatih yang telah menangani Iran sejak 2003 itu. Pemain inti Team Melli memang banyak yang bermain di Liga Jerman. Misalnya penyerang andalan mereka Vahid Hashemian yang bermain di klub Hannover 96, serta gelandang serang mereka yang bermain untuk Hamburger SV, Mehdi Mahdavikia. "Kami memiliki sekumpulan pemain yang bagus tapi kami tak mempunyai waktu persiapan yang cukup," kritik Ivankovic. "Saya rasa waktu yang ada tidak akan cukup bagi pelatih tim nasional manapun. Tetapi kami tak dapat berbuat apa-apa," tambahnya. Di Piala Dunia 2006 Iran akan bergabung dalam Grup D bersama Meksiko, Portugal dan Angola. Mantan pelatih Hannover 96 itu tetap berharap timnya dapat lolos ke babak penysihan grup untuk pertama kalinya. "Target kami adalah berusaha untuk lolos ke babak kedua," tegas Ivankovic. Foto: Timnas Iran masih terganggu dengan persoalan politik (football) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads