Menanti Sengatan Gambia di Piala Afrika 2021

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 28 Jan 2022 16:00 WIB
Gambia players celebrate at the end of the African Cup of Nations 2022 round of 16 match between Guinea and Gambia at Kouekong Stadium, Bafoussam, Cameroon, Monday, Jan. 24, 2022. (AP Photo/Sunday Alamba)
Timnas Gambia mengibarkan bendera usai melaju ke perempatfinal Piala Afrika 2021. (Foto: Sunday Alamba/AP)
Douala -

Gambia menjadi kejutan besar di gelaran Piala Afrika 2021. Sengatannya mengantar The Scorpions bisa maju sampai perempatfinal.

Piala Afrika 2021 menghadirkan beberapa dua tim debutan. Setelah Comoros, ada pula Gambia.

Keduanya sukses tampil mengejutkan di Piala Afrika 2021. Comoros bisa melaju sampai babak 16 besar, sementara Gambia bahkan lebih jauh lagi, yakni sampai perempatfinal.

Piala Afrika 2021 menjadi ajang pertama Gambia di pesta sepakbola benua Afrika. Sejak masih dalam aneksasi Inggris hingga merdeka, baru kali ini mereka tampil. Bahkan, bisa dibilang Piala Afrika menjadi kompetisi besar pertamanya.

Sejak fase grup, Gambia bak dinaungi keberuntungan. Tergabung di grup ringan, Grup F, Gambia bisa finis kedua di bawah Mali, dengan sama-sama mengoleksi 2 kemenangan dan sekali imbang, namun kalah selisih gol.

Kemenangan diraih Gambia atas Mauritius dan Tunisia, sama-sama dengan skor 1-0. Sementara hasil imbang didapat saat melawan Mali.

Lolos ke babak 16 besar, Gambia kemudian menghadapi Guinea. Lagi-lagi kemenangan tipis diraih, yakni dengan skor 1-0.

Ujian terbesar Gambia tampaknya datang di perempatfinal. Di fase itu, pasukan Tom Saintfiet akan melawan tim tersukses kedua sepanjang sejarah Piala Afrika, yakni Kamerun. Laga akan digelar di Japoma Stadium, Douala, Minggu (30/1/2022) dini hari WIB.

Melawan Kamerun, yang juga berstatus tuan rumah Piala Afrika 2021, Gambia jelas kalah materi pemain. Selain itu, jam terbang juga jelas belum dimiliki Gambia ketimbang sang lawan.

Meski begitu, Gambia bisa berbangga hati. Debut bersejarahnya sudah lebih dari ekspektasi, yang justru kini membuat beban justru lepas.

"Ini melampaui impian terliar kami berada di sini, mengingat persiapan yang buruk yang kami miliki sebelum turnamen. Tetapi kami sangat senang dan sekarang kami percaya bahwa kami dapat melangkah lebih jauh dan membawa pulang piala tersebut," kata Cherno Badja, pelatih di Gambia dan anggota asosiasi pemain sepakbola Gambia, kepada Global Voices.

(yna/mrp)