Tertipu! Pemain-pemain Palmeiras Dikecoh Siasat Azpilicueta

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 13 Feb 2022 17:00 WIB
ABU DHABI, UNITED ARAB EMIRATES - FEBRUARY 12: Cesar Azpilicueta of Chelsea celebrates victory  following their sides victory during the FIFA Club World Cup UAE 2021 Final match between Chelsea v Palmeiras at Mohammed Bin Zayed Stadium on February 12, 2022 in Abu Dhabi, United Arab Emirates. (Photo by Francois Nel/Getty Images)
Siasat Cesar Azpilicueta ikut menentukan kemenangan Chelsea atas Palmeiras. (Foto: Getty Images/Francois Nel)
Jakarta -

Cesar Azpilicueta menunjukkan kecerdikan dan pengalamannya di momen penting kala Chelsea melawan Palmeiras. Siasatnya ikut menentukan kemenangan The Blues di final Piala Dunia Antarklub.

Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub usai menang 2-1 atas Palmeiras dalam final di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, Sabtu (12/2/2022). Chelsea unggul dulu lewat Romelu Lukaku pada menit ke-55, yang dibalas Palmeiras melalui penalti Raphael Veiga pada menit ke-64.

Skor 1-1 bertahan sampai 90 menit habis, sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan. Kai Havertz menentukan kemenangan Chelsea lewat eksekusi penaltinya pada menit ke-117.

Nah, ada momen menarik sebelum penalti itu dieksekusi oleh Kai Havertz. Setelah wasit memastikan penalti dengan meninjau layar Video Assistant Referee (VAR), Cesar Azpilicueta mengambil bola dan mendekati titik putih.

Seketika itu pula sejumlah pemain Palmeiras mengerubunginya. Hal ini kerap terjadi dalam situasi penalti dengan tujuan untuk mengganggu konsentrasi eksekutor.

Tapi yang tak disangka dan diduga oleh Palmeiras adalah, Azpilicueta tak benar-benar maju sebagai algojo. Sesaat setelah kerumunan pemain Palmeiras 'diusir' wasit, Kapten Chelsea itu memberikan bola ke Kai Havertz yang merupakan penendang penalti sesungguhnya.

Ya, Azpilicueta sengaja melakukannya untuk mengecoh para pemain Palmeiras dan memberikan Kai Havertz waktu untuk bersiap.

"Saya sejak awal tahu seperti apa mereka," kata bek asal Spanyol itu dikutip Metro.

Havertz sendiri sebenarnya merupakan eksekutor ketiga di tim. Tapi saat itu, ia harus maju karena dua penendang di atasnya, Jorginho dan Romelu Lukaku, tak ada di lapangan.

"Saya gugup, jujur saja. Itu penalti yang penting, gila sih. Untungnya saya masih bisa menjaga ketenangan. Senang banget," kata Kai Havertz.

"Saya adalah penendang penalti ketiga, tapi hanya ada saya di lapangan. Rekan-rekan setim saya memberikan kepercayaan untuk mengambilnya. Saya memimpikan ini sebagai bocah, rasanya menakjubkan," tambahnya.

(raw/krs)