Verratti di PSG: Skill Dipuji, Juga Dicap Hobi Minum, Merokok, Party

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 17 Feb 2022 12:43 WIB
Real Madrids Eder Militao, right, fights for the ball with PSGs Marco Verratti during the Champions League, round of 16, first leg soccer match between Paris Saint Germain and Real Madrid at the Parc des Princes stadium, in Paris, France, Tuesday, Feb. 15, 2022. (AP Photo/Francois Mori)
Marco Verratti. Foto: AP/Francois Mori
Jakarta -

Tengah pekan ini Marco Verratti unjuk aksi di Paris Saint-Germain dan amat layak dipuji. Hal itu sekaligus mengingatkan bahwa di sisi lain, Verratti juga pernah dicap gemar minuman beralkohol, merokok, dan party-party.

Sinar paling anyar Verratti hadir dalam kemenangan PSG dengan skor 1-0 atas Real Madrid di partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada tengah pekan.

Gelandang 29 tahun itu memang tidak bikin gol. Atau assist. Tapi, amboi, penampilannya sungguh luar biasa!

Tak kurang dari 123 kali bola disentuh Verratti dalam 90 menit aksi vs Real Madrid. Dari jumlah itu, sejumlah operan ia lakukan dengan tingkat presisi mencapai 92 persen. Dari 13 kali berduel non-udara dengan lawan, delapan kali Verratti jadi pemenang. Total, ada 9 kali pula pemain asal Italia itu melakukan recovery terhadap bola.

Apa yang diperlihatkan Marco Verratti ini jadi makin terasa istimewa mengingat medan pertarungannya saat PSG Vs Real Madrid adalah di lini tengah, yang dihuni trio gelandang top Toni Kroos, Luka Modric, dan Casemiro di kubu lawan.

Tak heran jika setelah pertandingan, pujian pun datang. Salah satunya dari Neymar.

"Aku tahu Verratti adalah seorang pemain luar biasa, tapi aku tidak menyadari dirinya sedemikian spektakuler. Seorang genius. Ia adalah salah seorang pemain tengah terbaik yang pernah main bersamaku, di jajaran Xavi Hernández dan Iniesta," ujar Neymar.




Performa apik Verratti, dan pujian terhadapnya, ini turut mengingatkan akan gaya hidupnya yang tergolong berbeda dari para pesepakbola pada umumnya.

Hal itu diungkap Julien Laurens, seorang jurnalis sepakbola asal Prancis, dalam wawancara dengan BBC 5 Live Sport tahun 2019. Tak berapa lama setelah Verratti tampil luar biasa buat PSG dalam kemenangan 2-0 atas Manchester United.

"Pekan lalu ia party sampai pukul 6 pagi di ulang tahunnya Neymar, ia merokok, minum-minum, nyaris tiap hari keluar malam," kata Laurens ketika itu.

Di tengah gaya hidupnya yang tak ideal buat pesepakbola, Verratti beberapa kali masih mampu pamer aksi. Laurens pun berandai-andai Verratti punya etos kerja dan keseriusan lebih besar dalam menggeluti dunia sepakbola.

"Jika ia punya gaya hidup seperti, katakanlah, etos kerjanya Cristiano Ronaldo, entah akan sehebat apa dirinya dalam konteks sebagai gelandang kelas dunia," ucapnya ketika itu.

(krs/rin)