(lom/)
Jelang Barca vs Arsenal
Babak III, 25 Tahun Inggris-Spanyol
- detikSepakbola
Jakarta - Persis 25 tahun lalu, dominasi Spanyol lewat Real Madrid di Liga Champions diakhiri oleh Liverpool. Kini giliran Barcelona dan Arsenal yang menentukan babak baru perseteruan Anglo-Spanish.Jika dihitung sejak 1955/1956, klub-klub Spanyol, Inggris dan Italia memiliki prestasi sama di Liga Champions, yakni dengan 10 kali memboyong tropi juara. Namun keberadaan Barcelona dan Arsenal di babak final musim ini, membuat hanya akan ada satu negara yang paling dominan yakni antara Inggris atau Spanyol.Duel Anglo-Spanish baru sekali terjadi yakni tahun 1981, saat Liverpool mengalahkan Real 1-0. Uniknya kemenangan The Reds tersebut mensejajarkan posisi Inggris dengan Spanyol yakni sama-sama menang 6 kali (dalam 25 tahun), dan setahun kemudian Inggris unggul menyusul sukses Aston Villa.Tidak seperti Spanyol yang hanya diwakili Real (9 gelar) dan Barcelona (1), Inggris justru menunjukkan bahwa siapapun juara Liga Premier, punya kualitas untuk juara juga di Eropa. Tercatat ada empat klub yang juara di Liga Champions, yakni Liverpool (5), Nottingham Forrest (2), Manchester United (2) dan Aston Villa (1).Di usia kompetisi yang genap 50 tahun, Liverpool kembali membawa Inggris sejajar dengan Spanyol -dan Italia-. Sukses ini diraih Liverpool dengan comeback fantastis dan mengatasi AC Milan lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3. Sebagai penanda ulang tahun emas, UEFA memutuskan untuk menjadikan Liverpool sebagai penyimpan piala berusia 50 tahun tersebut, dan memperkenalkan piala baru diperebutkan mulai musim ini.Sejarah persaingan Inggris-Spanyol seakan terulang kembali dalam periode yang sama. Seperti tahun 1981, hanya selang semusim setelah mensejajarkan diri, Inggris kembali punya kesempatan untuk jadi yang terbaik. Syaratnya, Arsenal harus meraih gelar juara.Hanya saja kali ini prosesnya akan lebih dramatis. Arsenal langsung menghadapi Barca yang adalah wakil seteru Inggris, Spanyol. Siapa pun yang juara, akan membawa negaranya menjadi yang terbaik di kompetisi antar klub Eropa. Uniknya lagi, Paris, kota yang menjadi saksi sukses Liverpool 25 tahun lalu, kali ini kembali melakoni peran sama sebagai tuan rumah partai puncak Liga Champions 18 Mei 2006.
(lom/)
(lom/)
