Faktor Paris Untungkan Arsenal?
Senin, 15 Mei 2006 12:42 WIB
Jakarta - Final Liga Champions akan digelar di Stade de France, Paris, Kamis (18/5/2006). Benarkan ini akan menjadi keuntungan buat Arsenal yang kental dengan France connection-nya?Walaupun berasal dari daratan Inggris, Arsenal bakal lebih diuntungkan dengan terpilihnya Stade de France sebagai tempat digelarnya partai puncak Liga Champions musim ini. Tak salah juga kalau kemudian dikatakan stadion di kota Paris itu adalah benteng kedua The Gunners setelah Higbury (musim depan pindah ke Emirates Stadium).Banyaknya punggawa Arsenal yang berasal Prancis bisa menjadi dasar pernyataan di atas. Bukan hanya aktor lapangan hijau Arsenal yang lahir di negara Jacques Chirac itu, sang sutradara, Arsene Wenger menghabiskan masa bocahnya di Strasbourg.Sejak kedatangannya ke Arsenal tahun 1996 lalu, Wenger memang langsung menginjeksi darah Prancis dalam pasukannya. Berturut-turut pelatih kelahiran tahun 1949 itu mendatangkan Thierry Henry, Robert Pires, Patrick Viera sampai Nicolas Anelka.Saat ini beberapa nama tersebut memang tak lagi berseragam Arsenal. Namun tak berarti aroma Prancis hilang sama sekali dari tim yang baru sekali ini melangkah ke babak final Liga Champions itu. The Proffesor malah baru memulai lagi the next generation dari France connection-nya.Di samping muka lama yang masih jadi andalan seperti Henry dan Pires, Wenger kini punya sederetan pasukan muda dalam diri Abou Diaby, Mathieu Flamini, Pascal Cygan dan Gael Clichy.Ya, pemain-pemain tersebut tentunya akan punya emosi khusus saat akan berlaga di depan "keluarganya" sendiri. Tambahan semangat untuk meraih gelar juara di kampung halaman tentu juga tengah berkobar dalam diri Henry dkk."Saya tak akan bohong. Ya ini adalah final ideal yang selalu Anda impikan, partai final di halaman belakang rumah saya sendiri. Di Paris saya akan bermain di depan keluarga saya, tapi sebenarnya bermain di final Liga Champions, di mana pun itu digelar akan sangat spesial," ungkap Henry seperti dilansir UEFA, Senin (15/5/2006).Bertanding di Stade de France ditambahkan Henry memberinya banyak keuntungan. Nilai historis stadion yang selesai dibangun tahun 1998 tahun itu menjadi bekal buat menghadang laju Barca hari Kamis (18/5/2006)."Paris berarti segalanya buat saya. Saya tumbuh tak jauh dari stadion itu, dan di sana juga saya memenangkan Piala Dunia. Saya banyak menjalani partai yang sangat baik bersama timnas Prancis. Saya selalu bilang kalau stadion itu akan punya nilai sejarah kalau Anda memenangkan sesuatu di sana," tambah Henry.Bagaimana dengan Barcelona? Tercatat hanya Ludovic Giuly yang punya darah Prancis di dalam pasukan Frank Rijkaard itu. Pemain lain yang sempat merasakan atmosfer Paris adalah Ronaldinho. Kreator serangan Barca itu pernah merumput di kota mode itu. Ingat, Ronaldinho sempat tiga musim berseragam Paris Saint Germain dalam rentan 2001-2003.Foto: Arsene Wenger dan Thierry Henry diuntungkan dengan final Liga Champions yang digelar di Stade de France (interia). (din/)











































