ADVERTISEMENT

Kisah Pelatih Shakhtar Dengar Ledakan dari Serangan Rusia ke Ukraina

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 25 Feb 2022 08:40 WIB
MADRID, SPAIN - NOVEMBER 03: Manager Roberto de Zerbi of FC Shakhtar Donetsk gives instructions during the UEFA Champions League group D match between Real Madrid and Shakhtar Donetsk at Estadio Santiago Bernabeu on November 03, 2021 in Madrid, Spain. (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Roberto De Zerbi saat ini melatih Shakhtar Donetsk. (Foto: Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno)
Jakarta -

Pelatih Shakhtar Donetsk, Roberto De Zerbi, menceritakan situasi di Ukraina. Suara ledakan terdengar di sekitar area tempat tim bermalam.

Rusia dan Ukraina tengah terlibat konflik ketegangan di wilayah Donetsk dan Luhansk. Rusia juga sudah mengangkat senjata dengan menyerbu kota-kota besar Ukraina.

Wajar jika kekhawatiran melanda seluruh rakyat Rusia dan Ukraina mengingat konflik ini bisa merembet ke berbagai sektor, tak terkecuali olahraga.

Pelatih asal Italia, Roberto De Zerbi, menceritakan kengerian di Ukraina. Dia kebetulan sedang menjabat sebagai pelatih Shakhtar Donetsk.

Seluruh skuad Shakhtar sebetulnya punya kesempatan untuk meninggalkan hotel daripada menunggu kepastian kompetisi bergulir. Di saat memilih untuk menunggu demi fans, suara ledakan terdengar di area tempat skuad Shakhtar bermalam.

"Tidak ada yang namanya pahlawan di sini, kami bukan pahlawan, tapi kami benar-benar khawatir," kata De Zerbi kepada Sportitalia.

"Hari ini kami bangun pagi dan mendengar dentuman dan ledakan di sekitar kami. Kami baik-baik saja, tapi situasinya tegang. Kami ingin tahu bagaimana nasib kami selanjutnya."

"Ini adalah sesuatu yang sulit untuk dijelaskan kepada orang yang kami cintai yang telah mengirimi pesan, meminta kami untuk kembali. Pada titik ini, kami berharap bahwa Pemerintah dan kedutaan akan membantu kami. Saya optimis dan jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan membuat pilihan yang sama," mantan pelatih Sassuolo itu menegaskan.

Shakhtar memiliki 13 pemain asal Brasil. Saat ini seluruh penerbangan sipil ditutup dan membuat para pemain dan pelatih asing tidak bisa pulang ke negaranya masing-masing.

(ran/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT