Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2022, Bagaimana Masa Depan Mancini?

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 25 Mar 2022 11:45 WIB
Italys manager Roberto Mancini stands on the bench during the World Cup qualifying play-off soccer match between Italy and North Macedonia, at Renzo Barbera stadium, in Palermo, Italy, Thursday, March 24, 2022. North Macedonia won 1-0. (AP Photo/Antonio Calanni)
Usai kegagalan Italia, masa depan pelatih Roberto Mancini dipertanyakan. (Foto: AP/Antonio Calanni)
Palermo -

Italia dipaksa menerima kenyataan pahit usai dipastikan gagal berlaga di Piala Dunia 2022. Lantas bagaimana masa depan pelatih Roberto Mancini?

Berstatus sebagai juara bertahan Piala Eropa, Gli Azzurri justru antiklimaks. Italia dipermalukan Makedonia Utara 1-0 di Stadion Renzo Barbera, Palermo pada pertandingan playoff, Jumat (25/3/2022) dinihari WIB.

Aleksandar Trajkovski mencetak gol penentu kemenangan Makedonia Utara di injury time, yang sekaligus membuat Italia mesti melupakan mimpi bertanding di Qatar pada akhir tahun ini. Selanjutnya, Makedonia Utara akan berjumpa dengan Portugal untuk melakoni laga penentuan kelolosan.

Roberto Mancini masih terikat kontrak dengan timnas Italia sampai 2026. Namun, masa depan allenatore berusia 57 tahun itu menjadi tanda tanya setelah Jorginho dkk tersingkir secara memalukan.

"Kita lihat saja sih. Sekarang saya merasa terlalu kecewa untuk membahas masa depan saya, kita lihat saja," ucap dia kepada Rai Sport usai pertandingan.

"Saya yakin tim ini memiliki sebuah masa depan yang hebat. Saya sekarang mendukung para pemain ini lebih dari sebelumnya," Mancini menambahkan.

Bagaimanapun, Roberto Mancini masih didukung penuh oleh FIGC (Federasi Sepakbola Italia). Apalagi Mancini berjasa besar kala memimpin Italia menjuarai Piala Eropa untuk pertama kalinya selama lebih dari setengah abad.

"Saya harap Mancini terus berlanjut bersama kami. Dia punya komitmen dengan kami untuk rencana ini. Saya harap dia bisa mengatasi pukulan usai tersingkir seperti semua orang Italia dan dia tetap bertahan untuk meneruskan pekerjaan ini bersama-sama," kata Presiden FIGC Gabriele Gravina.

(rin/krs)