ADVERTISEMENT

FIFA Diminta Bantu Pekerja Migran Piala Dunia Qatar 2022

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 19 Mei 2022 22:00 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 31: In this photo illustration an official FIFA World Cup Qatar 2022 ball sits on display ahead of the FIFA World Cup Qatar 2022 draw on March 31, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Qatar dituding melakukan pelanggaran HAM kepada para pekerja migran Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images/David Ramos)
Jakarta -

FIFA diminta membantu para pekerja migran Piala Dunia 2022. Qatar dituding melakukan eksploitasi pekerja selama pembangunan infrastruktur Piala Dunia.

Permintaan itu disampaikan organisasi hak asasi manusia (HAM), Amnesti International. Mereka telah mengirim surat kepada presiden FIFA, Gianni Infantino, awal pekan ini.

Amnesti International mengungkapkan kekerasan yang dialami ratusan ribu migran yang bekerja dalam pembangunan infrastruktur Piala Dunia di Qatar. Pembangunan tersebut meliputi stadion-stadion, jalan, hotel, dan fasilitas untuk melayani penggemar sepakbola.

Qatar dianggap mengikat pekerja asing dengan majikan mereka melalui sistem kerja 'Kafala'. Aturan ini mencegah para migran berganti pekerjaan atau meninggalkan Qatar tanpa izin majikan mereka.

"Akibatnya, selama 12 tahun terakhir, ratusan ribu pekerja migran yang disewa untuk membangun atau menyediakan layanan untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan Piala Dunia telah dieksploitasi dan disalahgunakan," begitu isi pernyataan resmi Amnesti International.

Qatar juga dituduh melakukan kerja paksa dengan waktu yang panjang, hingga tidak membayar gaji kepada ribuan pekerja selama berbulan-bulan. Qatar juga gagal mengusut kematian ratusan pekerja migran dalam proyek Piala Dunia 2022.

FIFA pun didesak untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut kepada pekerja migran Piala Dunia di Qatar. Amnesti International juga meminta FIFA memberi kompensasi kepada para pekerja yang menjadi korban eksploitasi.

Jumlah kompensasi yang diminta Amnesti International kepada FIFA mencapai 440 juta dolar AS. Angka tersebut setara dengan uang yang diberikan kepada tim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia.

"Ini mudah dilakukan, mengingat penyelenggara akan menghasilkan lebih dari 6 miliar dolar AS pendapatan dari turnamen dan memiliki dana cadangan lebih dari 1,6 miliar dolar AS," Amnesti International mengungkapkan.

(bay/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT