Alasan-alasan Mbappe Tolak Madrid dan Bertahan di PSG

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 22 Mei 2022 21:15 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 21: Kylian MbappeĢ poses with his jersey after extending his contract with the PSG prior to the Ligue 1 Uber Eats match between Paris Saint Germain and FC Metz at Parc des Princes on May 21, 2022 in Paris, France.  (Photo by Aurelien Meunier - PSG/PSG via Getty Images)
Kylian Mbappe perpanjang kontrak dengan PSG. (Foto: PSG via Getty Images/Aurelien Meunier - PSG)
Jakarta -

Sebelum memutuskan bertahan di Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe meninggalkan kesan kuat akan pindah ke Real Madrid. Apa yang membuatnya berubah pikiran?

Kylian Mbappe dipastikan bertahan di PSG dan telah meneken kontrak tiga tahun. Ini mengakhiri saga transfernya, di mana sebelumnya ia diperkirakan akan bergabung Real Madrid.

Mbappe mulanya tampak sudah hampir pasti menuju Real Madrid. Ia sudah lama diketahui sebagai penggemar Los Blancos dan kansnya pindah musim panas ini sangat besar dengan kontrak yang habis Juni nanti.

Bahkan ketika rumor PSG akan menunjuk Zinedine Zidane, yang juga diidolakan Mbappe, sebagai pelatih muncul, jalan ceritanya tak tampak akan berubah. Lalu di mana titik baliknya?

Setelah berbulan-bulan menjadi polemik, isu Mbappe meninggalkan PSG memang terasa mereda. Itu setelah PSG melakukan upaya besar untuk meyakinkannya bertahan.

Real Madrid sempat mencoba menandingi penawaran ini. Kubu Los Merengues masih percaya diri dengan proposal dan gestur yang ditunjukkan Mbappe selama ini, mereka akan berhasil menggaetnya.

Namun rupanya ada sejumlah aspek yang membedakan. Ibu Mbappe, Fayza Lamari, memang mengonfirmasi bahwa tawaran PSG dan Madrid nyaris identik, dan putranya menerima keduanya.

Pada akhirnya yang diyakini membuat Mbappe bertahan adalah detail-detail yang membedakan proposal PSG dari Madrid. Di antaranya adalah insentif tanda tangan kontrak (signing-on fee) yang lebih besar, plus soal punya suara terhadap keputusan tim dan kesepakatan-kesepakatan dengan Qatar.

Kontrol terhadap keputusan tim ini yang memang sulit untuk diwujudkan di Real Madrid. Sebab di PSG, pengaruh pelatih atau manajer relatif masih lebih kecil dibandingkan di Madrid.

Bagaimanapun uang memainkan perannya di keputusan Mbappe. Lalu ada pula pengaruh dari Qatar, mengingat pemilik PSG berasal dari sana.

Qatar punya kepentingan besar karena menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini. Pengaruh politik itu bahkan terasa dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sendiri turun tangan ikut mendesak Mbappe bertahan di PSG.



Simak Video "Perpisahan Emosional Marcelo dengan Real Madrid"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)