ADVERTISEMENT

Kisah Pemain Newcastle Ngamuk dan Cekik Lawan di Laga Pramusim

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 18 Jul 2022 09:20 WIB
Fabricio Coloccini, Newcastle United   (Photo by Richard Sellers/PA Images via Getty Images)
Mantan bek Newcastle United Fabrizio Coloccini (Foto: PA Images via Getty Images/Richard Sellers - PA Images)
London -

Laga pramusim terkadang menyajikan intensitas tinggi dari tim yang bertanding. Seperti kisah pemain Newcastle United yang mengamuk dan mencekik lawannya.

Tur pramusim digelar tim guna mempersiapkan diri menyambut persaingan. Melakoni pertandingan latihan sekalian berlibur harusnya menjadi tema inti dari tur pramusim.

Namun, terkadang laga pramusim tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tensi panas terkadang juga terjadi pada tim yang melakoninya.

Salah satu momen yang cukup diingat adalah insiden Fabricio Coloccini, mantan bek Newcastle. Pemain asal Argentina itu pernah terlihat insiden, yang membuatnya sampai mencekik lawan!

Momennya terjadi saat Newcastle United melakoni laga pramusim melawan Pacos de Ferreira di Portugal pada tahun 2013. Coloccini sempat ribut dengan penyerang Pacos, Rui Caetno, di lapangan.

Semua berawal dari situasi perebutan bola. Caetno dijatuhkan Coloccini, dan keduanya bersitegang.

Collocini, yang emosi, kemudian langsung mencekik Caetno. Sontak, Caetno langsung jatuh ke lapangan.

Pemain kedua tim kemudian berkerumun. Wasit kemudian mengusir keduanya dengan kartu merah langsung.

Laga sendiri berakhir 1-1, dan manajer Newcastle United kala itu, Alan Pardew, menyalahkan wasit atas kejadian tersebut. Ia menilai wasit

"Kami kecewa dengan wasit. Dia kehilangan kendali atas permainan. Ketika Anda melepaskan tekel, Anda justru meminta masalah. Ini membuat para pemain frustrasi. Pada akhirnya kami memiliki adegan yang membuat kami kehilangan kapten. Itu adalah kekecewaan besar karena penampilannya bukanlah kelasnya," katanya, seperti dilansir talkSport.

"Kami pantas memenangkan pertandingan itu. Saya pikir kami terlihat lebih kuat dari mereka. Kami bisa menjalankan permainan kami. Kemudian itu menjadi buruk, dan wasit telah memainkan peran besar di dalamnya."

"Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk itu. Kami hanya perlu menghadapi apa yang ada di depan kami. Kami tidak akan mengalah," katanya.

(yna/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT