Dituduh Korupsi dan Penipuan, Neymar Cuma Ikuti Perintah Ayahnya

ADVERTISEMENT

Dituduh Korupsi dan Penipuan, Neymar Cuma Ikuti Perintah Ayahnya

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 19 Okt 2022 12:00 WIB
Barcelona -

Neymar membela diri dari kasus tuduhan penipuan dan korupsi transfernya. Menurut Neymar, dia cuma menuruti perintah ayahnya Neymar Sr.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, Neymar dituntut oleh perusahaan investasi asal Brasil, DIS. Sebagai pemilik sebagian hak transfer Neymar dari Santos ke Barcelona pada 2013, mereka komplain karena merasa menerima uang lebih sedikit dari yang telah disepakati.

Neymar tak sendirian terseret dalam kasus ini. Perusahaan keluarganya, N&N, juga ikut kena, bersama dengan ayah dan ibunya. Selain itu, mantan manajer Santos Odilio Rodrigues, serta Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu yang dulu menjabat sebagai presiden dan wakil presiden Barcelona juga terseret.

Barcelona membayar 57,1 juta euro saat memboyong Neymar dari Santos pada 2013. DIS, yang menginvestasikan 2 juta euro saat Neymar berusia 17 tahun, mendapat 40 persen dari bagian sisa transfer 17,1 juta euro yang didapat Santos.

Sementara Neymar Sr. mendapat 40 juta euro. Nah, DIS merasa nilai transfer Neymar lebih besar dari yang dipublikasikan. Kabarnya transfer Neymar mencapai 80 juta euro dan wajar jika DIS meminta jatah lebih banyak.

Kasus ini lantas di bawah DIS ke Pengadilan Tinggi Spanyol yang memulai sidangnya, Senin (17/10/2022) kemarin. Neymar saat itu datang bersama pengacara dan keluarganya, termasuk Neymar Sr dan ibundanya.

Dalam pembelaannya, Neymar tetap keukeuh tidak bersalah karena dia cuma melakukan apa yang diperintahkan ayahnya saat itu. Kebetulan Neymar Sr juga merangkap sebagai agen Neymar, yang mengurus kontrak dan legalitas anaknya.

"Ayah saya selalu mengurus semuanya. Saya hanya melakukan apa yang diperintahkannya," ujar Neymar kepada hakim pengadilan seperti dikutip AFP.

Pemain yang pindah ke Paris Saint-Germain dengan banderol 222 juta euro itu, bisa terancam hukuman dua tahun dan denda 10 juta euro jika terbukti bersalah.

(mrp/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT