De Bruyne Sebut Timnas Belgia Ketuaan, Pelatih Kasih Respons

ADVERTISEMENT

De Bruyne Sebut Timnas Belgia Ketuaan, Pelatih Kasih Respons

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 28 Nov 2022 08:40 WIB
Moroccos Noussair Mazraoui, left, and Sofyan Amrabat, right, defend against Belgiums Kevin De Bruyne during the World Cup group F soccer match between Belgium and Morocco, at the Al Thumama Stadium in Doha, Qatar, Sunday, Nov. 27, 2022. (AP Photo/Frank Augstein)
Aksi Kevin De Bruyne saat berupaya melalui adangan pemain Maroko. (Foto: AP/Frank Augstein)
Doha -

Belgia dipermalukan Maroko dalam matchday kedua Grup F Piala Dunia 2022. Selepas laga, Roberto Martinez merespons komentar miring dari Kevin De Bruyne.

Belgia vs Maroko berlangsung di Al-Thumama Stadium, Doha, Minggu (27/11) malam WIB. Maroko sukses membungkam Eden Hazard dkk. dengan skor 2-0 lewat gol Romain Saiss dan Zakaria Aboukhlal.

Hasil ini seperti membenarkan perkataan De Bruyne jelang laga melawan Maroko terkait peluang Belgia menjadi juara Piala Dunia 2022. Gelandang milik Manchester City itu tak merasa De Rode Duivels bisa juara karena skuad terlalu tua.

"Tidak mungkin, kami sudah terlalu tua. Saya pikir peluang kami adalah di Piala Dunia 2018. Kami memiliki tim yang bagus, tetapi kini sudah menua. Kami juga kehilangan beberapa pemain kunci," katanya dilansir The Guardian.

"Kami memiliki beberapa pemain baru yang bagus, tetapi mereka tidak berada di level seperti di tahun 2018," tutupnya.

Roberto Martinez selaku pelatih Belgia kemudian dimintai tanggapan soal komentar De Bruyne. Martinez tampaknya masih berpikir positif dengan apa yang dikatakan anak asuhnya.

"Pertama kalinya saya mendengar komentar tersebut dari Kevin. Di Piala Dunia, para pemain harus berbicara kepada media setiap hari, 90% dari itu akan positif, tetapi selalu ada satu atau dua kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya," kata Martinez setelah kalah dari Maroko, yang dikutip melalui Mirror.

"Seorang pemain diizinkan bicara ke publik soal pandangan mereka. Kami telah bersama selama enam tahun dan komentar tidak akan membantu kami untuk menang.

"Mungkin itu sekadar untuk mengecoh. Yang penting adalah apa yang terjadi di balik layar," mantan manajer Everton itu menegaskan.

(ran/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT