Celetuk Pelatih Iran: AS Sekarang Sudah Main Football, Bukan Soccer Lagi

ADVERTISEMENT

Celetuk Pelatih Iran: AS Sekarang Sudah Main Football, Bukan Soccer Lagi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 29 Nov 2022 08:40 WIB
DOHA, QATAR - NOVEMBER 28: Carlos Queiroz, Head Coach of IR Iran, speaks during the IR Iran Press Conference at the Main Media Center on November 28, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Hector Vivas - FIFA/FIFA via Getty Images)
Carlos Queiroz. Foto: FIFA via Getty Images/Hector Vivas - FIFA
Doha -

Pelatih Iran Carlos Queiroz memberikan pujian kepada Amerika Serikat jelang pertemuan kedua tim di matchday terakhir Grup B Piala Dunia 2022. Menurutnya, kekuatan sepakbola The Yanks telah bergerak maju.

Duel Iran vs USA akan berlangsung di Al Thumama Stadium, Rabu (30/11) pukul 02.00 WIB. Kedua tim masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar.

Saat ini, Iran berada di posisi kedua klasemen dengan 3 poin, sedangkan USA di urutan tiga dengan dua poin. Pemenang laga ini dipastikan akan lolos ke babak 16 besar. Jika imbang, maka nasib Iran ditentukan hasil laga Wales vs Inggris.

Meski tengah di atas angin, namun Iran enggan meremehkan USA. Apalagi berkaca pada laga melawan Wales dan Inggris, Christian Pulisic dkk tampil begitu ngotot dan mampu merepotkan pertahanan lawan.

"Kami paham dengan kesulitan yang akan kami hadapi besok, melawan tim yang sangat bagus, terorganisasi dengan baik, dan memiliki satu sama lain memiliki tujuan sama," ujar Queiroz, dikutip ESPN.

"Ini juga menjadi laga spesial untuk saya karena saya sempat bekerja di MLS, saya membantu perkembangan sepakbola di USA, dan menjadi bagian dari keluarga sepakbola yang luar biasa ini merupakan sebuah kehormatan dan juga privilese."

"Sekarang USA sudah bergerak dari soccer ke football, dan itu merupakan pujian terbaik yang bisa saya katakan."

"Mereka sekarang bermain sepakbola modern, dengan pemain-pemain yang membela tim-tim top Eropa. Namun kami akan bermain dengan penuh rasa hormat dan punya tekad kuat menang untuk lolos ke putaran berikutnya," jelas Queiroz.

AS datang ke Piala Dunia 2022 dengan status juara Piala Emas CONCACAF tahun lalu serta memenangi CONCACAF Nations League edisi pertama. Queiroz sendiri pernah melatih di MLS, tepatnya di Ney York/New Jersey MetroStars (kini New York Red Bull) pada 1996.

Duel Iran vs USA pernah terjadi di Piala Dunia 1998, di mana Ali Daei dkk berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. 24 tahun berselang, kedua negara akan kembali berjumpa.

USA (white) and Iran (red) line up together for a team photo prior to kick-off   (Photo by Matthew Ashton - PA Images via Getty Images)USA (putih) dan Iran (merah) berfoto bersama sebelum laga di Piala Dunia 1998. Foto: PA Images via Getty Images/Matthew Ashton - EMPICS

Pertemuan Iran vs USA seringkali dikaitkan dengan masalah politik antar kedua negara. Seperti diketahui, hubungan diplomatik keduanya telah putus sejak 1980. Namun di sepakbola, apa yang terjadi di Piala Dunia 1998 justru relatif damai.

Kedua tim saat itu berfoto bersama di lapangan hijau Stade de Gerland sebelum laga, dan para pemain USA menerima bunga mawar putih dari para pemain Iran sebagai simbol perdamaian. Meski sempat ada friksi selama pertandingan, namun itu lebih ke masalah sepakbola dan dengan cepat dilerai.

Simak Video 'Tensi Memanas Jelang Laga Amerika Serikat vs Iran di Piala Dunia Qatar':

[Gambas:Video 20detik]



(adp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT