Akhir Pahit Generasi Emas Belgia

ADVERTISEMENT

Akhir Pahit Generasi Emas Belgia

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 02 Des 2022 07:00 WIB
DOHA, QATAR - DECEMBER 01: Toby Alderweireld of Belgium looks dejected after their sides elimination from the tournament during the FIFA World Cup Qatar 2022 Group F match between Croatia and Belgium at Ahmad Bin Ali Stadium on December 01, 2022 in Doha, Qatar. (Photo by Justin Setterfield/Getty Images)
Belgia tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images/Justin Setterfield
Al Rayyan -

Berakhir sudah kiprah generasi emas Belgia di Piala Dunia 2022. Alih-alih menutup perjalanan dengan manis, De Rode Duivels malah langsung angkat koper di fase grup.

Belgia datang ke Qatar dengan status unggulan, digadang-gadang akan mampu berbicara banyak di Piala Dunia 2022. Apalagi melihat komposisi pemain berisi nama-nama beken yang malang melintang di klub-klub besar Eropa.

Sebut saja Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, Thibaut Courtois, Hazard bersaudara, Axel Witsel, Dries Mertens, Jan Vertonghen, hingga yang lebih muda seperti Youri Tielemans dan Leandro Trossard. Singkat kata, ini tim kelas wahid.

Namun perjalanan skuad asuhan Roberto Martinez ternyata tak berjalan mulus. Bukannya tampil seperti unggulan, Belgia malah bermain seperti debutan.

Kemenangan 1-0 atas Kanada di laga pertama Grup F sebetulnya memberikan sinyal peringatan bahwa ini bukanlah Belgia yang biasanya. Skuad boleh mirip dengan Piala Dunia 2018, namun gairahnya lain sama sekali.

Lebih parah lagi, gol Michy Batshuayi ke gawang Kanada merupakan satu-satunya gol Belgia di Piala Dunia 2022. Ya, setelah itu mereka gagal mencetak gol.

Menghadapi Maroko, Belgia seperti kehilangan kreativitas dalam membongkar pertahanan rapat lawan. Mereka justru kebobolan dua gol di babak kedua. Usai laga itu, isu gosip terjadi kisruh internal pun muncul, terutama terkait ucapan-ucapan yang terlontar di publik.

Meski berkali-kali dibantah, namun performa di lapangan dalam laga penentuan melawan Kroasia tak menunjukkan tim sedang baik-baik saja. Skor 0-0 jelas tak cukup mengantar Belgia ke 16 besar, sebab di laga lain Maroko menang 2-1 atas Kanada.

Kegagalan Belgia melaju ke fase knockout Piala Dunia 2022 mungkin akan menjadi awal lembaran baru untuk generasi berikutnya. Maklum, skuad saat ini sudah relatif berumur.

Simak kumpulan informasi Piala Dunia 2022 di sini!

DOHA, QATAR - DECEMBER 1: Romelu Lukaku of Belgium reacts during the Group F - FIFA World Cup Qatar 2022 match between Croatia and Belgium at the Ahmad Bin Ali Stadium on December 1, 2022 in Doha, Qatar (Photo by Pablo Morano/BSR Agency/Getty Images)Romelu Lukaku yang baru sembuh dari cedera gagal memberikan dampak berarti untuk Belgia di Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images

Dengan rataan 27,8 tahun, skuad Belgia bisa dibilang tak muda. Hanya 7 pemain yang berusia di bawah 25 tahun, itu pun bukan pilihan utama. 15 pemain bahkan berusia 29 tahun atau lebih.

Beberapa nama seperti Mertens, Vertonghen, Toby Alderweireld, Axel Witsel, dan Simon Mignolet mungkin sudah waktunya mundur. Batshuayi dan Eden Hazard bisa dipertahankan, namun jika performa di klub tak kunjung membaik, tak salah bila melirik yang lebih muda.

Hasil ini juga menjadi akhir pahit untuk Roberto Martinez, yang pernah membawa Belgia finis ketiga di Piala Dunia 2018 dan lama bertengger di peringkat satu FIFA. Bahkan saat ini Belgia berada di urutan kedua.

Siapapun penggantinya, tentu perlu disadari bahwa tak mungkin mempertahankan tim yang ada saat ini. Perombakan skuad adalah salah satu pekerjaan besar yang perlu dilakukan. Itu kalau Belgia mau tetap berada di jajaran elite Eropa.

(adp/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT