Keajaiban di Doha Jilid II Korea Selatan

ADVERTISEMENT

Keajaiban di Doha Jilid II Korea Selatan

Muhammad Robbani - Sepakbola
Sabtu, 03 Des 2022 11:45 WIB
AL RAYYAN, QATAR - DECEMBER 2: Fans and supporters of Korea Republic prior to the Group H - FIFA World Cup Qatar 2022 match between Korea Republic and Portugal at the Education City Stadium on December 2, 2022 in Al Rayyan, Qatar (Photo by Pablo Morano/BSR Agency/Getty Images)
Suporter Korea Selatan hadir memberikan dukungan langsung di laga melawan Portugal. Foto: Getty Images/BSR Agency
Jakarta -

Korea Selatan kembali menciptakan 'Keajaiban di Doha', kini di fase grup Piala Dunia 2022. Daehan Minguk mengulang kisah manis 29 tahun silam di tempat yang sama.

Di Piala Dunia 2022, Korea tergabung di Grup H bersama Portugal, Uruguay, dan Ghana. Sebuah grup yang terhitung cukup berat buat tim asuhan Paulo Bento.

Sampai laga ketiga, Korea bukan unggulan karena cuma meraih satu poin dari dua laga awal. Son Heung-min Cs ditahan Uruguay 0-0 pada laga pertama, lalu takluk 2-3 dari Ghana di laga kedua.

Kondisi itu membuat Korea terjerembab di posisi ketiga. Portugal memimpin dengan enam poin, Ghana di tempat kedua dengan tiga poin, Uruguay di posisi dasar dengan satu poin.

Korea dan Uruguay sama-sama mengoleksi satu angka. Tapi Korea unggul selisih gol dengan catatan dua kali mencetak gol dan kebobolan tiga gol (-1 selisih gol). Sementara Uruguay dua kali bobol tanpa mencetak gol (-2 selisih gol).

Kondisi itu membuat Korea harus memenangkan laga terakhir untuk menjaga asa lolos. Tentu tidak mudah, sebab lawannya adalah Portugal, sang pemimpin klasemen yang sudah dipastikan lolos berkat dua kemenangan di dua laga awal.

AL RAYYAN, QATAR - DECEMBER 2: Yumin Cho of Korea Republic, Inbeom Hwang of Korea Republic celebrating the victory  during the  World Cup match between Korea Republic  v Portugal at the Education City Stadium on December 2, 2022 in Al Rayyan Qatar (Photo by David S. Bustamante/Soccrates/Getty Images)Para pemain Korea Selatan merayakan kelolosan ke 16 besar Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images/Soccrates Images

Pada laga di Education City Stadium, Al Rayyan, Jumat (3/12), Portugal bahkan unggul 1-0 lebih dulu lewat gol Ricardo Jorge da Luz Horta di menit ke-5, namun Kim Young-gwon menyamakan skor pada menit ke-27.

Hwang Hee-chan menjadi pahlawan Korea lewat gol di injury time babak kedua yang mengubah skor menjadi 2-1 dan berhasil dipertahankan sampai laga usai. Korea mengakhiri klasemen dengan empat (4) angka, mencetak empat (4) gol dan kebobolan empat (4) kali (0 selisih gol)

Di pertandingan lainnya, Uruguay juga menang dengan mengalahkan Ghana 2-0 lewat brace Giorgian de Arrascaeta pada menit ke-26 dan ke-32. Tapi Uruguay harus puas di tempat ketiga meski selisih gol mereka nol (0) juga.

Sebab Uruguay cuma mencetak dua (2) gol dan dibobol dua (2) kali. Sementara Korea yang juga mengumpulkan empat (4) poin, berhak posisi runner-up karena unggul produktivitas gol.

"daehanmingug-i tto daleun doha-ui gijeok-eul mandeul-eonaebnida!" (Korea menciptakan 'Keajaiban di Doha' lainnya!)," tulis Federasi Sepakbola Korea (KFA) di media sosial setelah keberhasilan Korea menang dramatis 2-1 atas Portugal.

Simak kumpulan informasi Piala Dunia 2022 di sini!

Kilas Balik Doha-ui gijeok (Keajaiban di Doha)

Pada 28 Oktober 1993 atau 29 tahun silam, Korea membuat 'Keajaiban di Doha' yang pertama. Saat itu Ko Jeong-Woon Cs melaju ke Piala Dunia 1994 dengan cara ajaib.

Bertanding di putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia 1994 Zona Asia, Korea nyaris tak lolos lantaran hanya mengoleksi enam poin di klasemen akhir meski mengalahkan Korea Utara 3-0. Untungnya, Jepang, pesaing Korea, ditahan imbang Irak 2-2.

Jepang sebenarnya hampir menang 2-1 andai tak kebobolan di menit akhir oleh Jaffar Omran di injury time. Jepang akhirnya harus puas bermain imbang 2-2 dengan Irak sekaligus mengakhiri klasemen juga dengan enam poin.

South Korean forward Seo Jung Won (R) duels with North Korean midfield Gong Munchol during their Asian World Cup qualifying game held in Ahli stadium in Doha, Qatar, 28 October 1993. South Korean won 3-0 and qualified for the World Cup. (Photo by STR / AFP)        (Photo credit should read STR/AFP via Getty Images)Korea Selatan mengalahkan Korea Utara di laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 1994 zona Asia. Foto: AFP via Getty Images/STR

Meski memiliki poin sama, selisih gol Korea (+5) lebih banyak dari Jepang (+3). Andai tak ditahan Irak, Jepang akan mengakhiri kualifikasi dengan torehan tujuh (7) poin. Saat itu, sebuah kemenangan masih berharga dua poin.

Peristiwa menyakitkan buat Jepang ini dinamai Dōha no higeki (ドーハの悲劇) atau Agony of Doha (Kesedihan di Doha). Sebaliknya, kesengsaraan Jepang yang gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya gara-gara bobol di menit akhir justru menjadi berkah buat Korea.

Bagaimana tidak, kegagalan Jepang, yang notabene penjajah Korea di masa Perang Dunia I, memang terasa manis buat publik sepakbola Negeri Ginseng. Di Korea, peristiwa itu dinamai Doha-ui gijeok (도하의 기적) atau 'Keajaiban di Doha;, yang seolah meledek Dōha no higeki milik Jepang.

(adp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT