Diancam Mati, Pelatih Irak Mundur
Selasa, 01 Agu 2006 13:19 WIB
Baghdad - Konsentrasi timnas Irak menuju Piala Asia 2007 terganggu oleh kabar menyangkut pelatihnya, Akram Salman. Ia menyatakan mundur gara-gara keselamatan jiwanya terancam.Pengunduran diri Salman tertuang dalam situs resmi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Selasa (1/8/2006). Disebutkan bahwa pelatih berusia 60 tahun itu belakangan menerima banyak ancaman mati lewat telepon.Sementara itu pihak Asosiasi Sepakbola Irak (IFA) belum memutuskan apakah menerima atau tidak pengunduran diri Salman. Mereka masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan diharapkan hasilnya keluar dalam minggu ini."Polisi telah mengantongi nomor orang-orang yang mengancam Salman dan mereka tengah menyelidikinya. Dalam minggu ini kami akan mengetahui apakah dia akan bertahan atau dipersilakan mundur," demikian presiden IFA Hussein Saeed dikutip Reuters."Kami belum menerima pengunduran dirinya, tapi jika Salman bersikeras, kami punya tiga-empat kandidat untuk mengambil alih tugasnya," sambung Saeed.Salman menukangi Irak sejak tahun lalu, menggantikan Adnan Hamad. Irak sudah memulai kiprahnya di babak kualifikasi Piala Asia 2007 dengan hasil sekali kalah (dari Singapura) dan sekali menang (atas Cina). Pada 17 Agustus nanti mereka menghadapi Palestina di Amman, Yordania. (a2s/)











































