Jelang Liga Champions
Preview Grup C & D
Selasa, 12 Sep 2006 07:15 WIB
Jakarta - GRUP CLiverpoolMusim lalu dengan status juara bertahan Liverpool dipaksa berhenti di babak 16 besar oleh lawan yang seharusnya bisa mereka atasi, Benfica. Musim ini jika tak waspada dengan tim-tim papan tengah, langkah Steven Gerrard cs bisa-bisa terhenti di babak-babak awal meski lolos ke putaran kedua menjadi hal mudah buat pasukan Rafael Benitez.PSV EindhovenMelihat penghuni di Grup C peluang Eindhoven mengulang prestasi musim lalu, melangkah ke babak 16 besar, sebenarnya cukup terbuka lebar. Perpaduan pemain muda dan senior dalam besutan Ronald Koeman bisa sangat menjanjikan, tapi belum akan bisa mengulang prestasi Guus Hiddink yang mengantar Eindhoven ke semifinal dua musim lalu.BordeauxTim Prancis jarang punya prestasi mentereng di Liga Champions. Hal serupa bakal dialami Bordeaux, meski tergolong berada di grup ringan namun butuh kerja ekstra keras jika mau menemani Liverpool ke 16 besar.GalatasarayGalatasaray pernah tampil mengejutkan dengan menjadi semifinalis 20 tahun lalu, namun sama sepertri Bordeaux, Galatasaray harus fight demi terhindar dari posisi juru kunci.GRUP DValenciaMusim ini Valencia kembali menjelma menjadi kekuatan yang pantas disegani bukan hanya di Spanyol tapi juga di Eropa. El Che mendatangkan pemain dengan kualitas di atas rata-rata dalam diri Joaquin, Del Horno, Morientes dan Tavano. Jika tak diwapadai, pasukan Quique Sanchez Flores bisa menghadirkan kejutan seperti saat mereka menembus babak final musim 2000 dan 2001 lalu.AS RomaLolos dari fase grup seharusnya bisa dilakukan AS Roma. Tapi di babak selanjutnya langkah Gialorossi dipastikan akan sulit, apalagi mereka melangkah ke Liga Champions hanya karena "hadiah" kasus calciopoli. OlympiakosDalam sejarah Liga Champions, klub-klub asal Yunani tak ada yang mampu berbicara banyak. Pun dengan Olympiakos, lolos ke babak kedua akan menjadi prestasi besar buat klub yang torehan tertingginya di LC adalah melangkah ke perempatfinal itu.Dynamo KievSetelah masa kejayaannya bersama Adriy Shevchenko, Kiev tak pernah lagi mampu berdiri tegak di kompetisi Eropa. Kisah tersebut bakal berlanjut musim ini, apalagi Kiev juga tak punya pemain besar apalagi tradisi kuat di Eropa (din/)











































