Jelang Liga Champions
Preview Grup G & H
Selasa, 12 Sep 2006 07:52 WIB
Jakarta - Kedatangan Julio Baptista dan Ashley Cole membuat Arsenal semakin percaya diri. Ditambah sederet pemain muda yang kian berpengalaman, peluang The Gunners juara cukup terbuka.GRUP GArsenalFinalis musim lalu ini difavoritkan menjadi juara grup. Sederet pemain mudanya kini semakin matang dan cukup padu dengan beberapa pemain senior. Kehilangan Ashley Cole cukup teratasi dengan datangnya William Gallas. Ditambah tenaga Julio Baptista, taring Arsenal di Eropa masih cukup berbahaya, setidaknya berpeluang mengulangi prestasi musim lalu.CSKA MoscowStatus juara Piala UEFA cukup membuat CSKA disegani. Namun apakah penampilannya akan sama di Liga Champions, merupakan hal lain. Reputasi sebagai tim "Jago Kandang" serta dukungan empat pemain Brasil menjadi menjadi modal utama. Lolos mendampingi Arsenal merupakan target realistis. Jika tidak, minimal memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelarnya di Piala UEFA.FC PortoSejak ditinggal Jose Mourinho dan sederet bintangnya usai menjadi juara 2004, prestasi Porto di Eropa merosot drastis. Ditambah kasus "Apito Dourado" atau Golden whistle (pluit emas) yang melibatkan ketua klub, membuat Porto semakin terpuruk. Lolos dari babak grup sudah cukup luar biasa bagi Porto.HamburgIni baru kali kedua Hamburg SV tampil di babak grup Liga Champions setelah musim 2001/2002. Meski harus melewati babak playoff sebagai peringkat tiga Liga Jerman musim lalu, Hamburg tetap diwaspadai. Apalagi kapten Rafael van der Vaart kini mendapat bantuan dengan datangnya Juan Pablo Sorin dan Vincent Kompany. Namun Hamburg harus bersaing dengan CSKA untuk mendampingi Arsenal lolos dari babak grup.Group HAC MilanBertahan di Liga Champions karena memenangkan banding usai pengadilan Calciopoli. UEFA bahkan mengeluarkan pernyataan pengawasan khusus untuk Milan. Peluangnya di Liga Italia kecil karena pengurangan delapan poin. Tetapi di Liga Champions tetap dianggap sebagai salah satu kandiat juara.AEK AthensAthena bakal menjadi tuan rumah final Liga Champions Mei 2007. Meski terlalu muluk, suporter AEK Athens tentu memimpikan timnya tampil di partai puncak. Pelatih asal Spanyol Lorenzo Serra Ferrer pun direkrut mengemban misi membawa Athens lebih berbicara di Eropa. Namun dengan AC Milan paling favorit sebagai juara grup, Athens harus berjuang mati-matian dengan Anderlech dan Lille merebut tiket sisa. AnderlechtLolos dari babak grup masih menjadi mimpi bagi Anderlecht, pemegang rekor 12 kali kalah berturut-turut di Liga Champions. Namun peluang bukan tak ada. Dalam beberapa tahun terakhir, tim asuhan Frank Vercauteren sempat menahan tim-tim besar seperti Liverpool, Chelsea dan inter Milan. Setidaknya juara Liga Belgia 28 kali ini punya kepercayaan diri untuk bersaing.LilleDi Liga Prancis pun Lille hanya menjadi yang kedua. Namun pelatih Claude Puel punya optimisme tinggi timnya lolos ke babak knock out, melihat kesempatan bersaing dengan dua klub selain AC Milan yakni Anderlech dan Steaua Bucharest. (lom/)











































