'Adu Penalti = Tragedi'

'Adu Penalti = Tragedi'

- Sepakbola
Kamis, 28 Sep 2006 02:13 WIB
Adu Penalti = Tragedi
Zurich - Presiden FIFA Sepp Blatter merasa bahwa di masa mendatang final Piala Dunia tidak harus ditentukan oleh adu tendangan penalti. Wacana menghapuskannya pun dilontarkan."Jika final Piala Dunia datang, maka itu gairah. Dan jika pertandingan dilanjutkan dengan extra time, maka itu adalah drama," ujar Blatter kepada Reuters. "Tapi kalau adu penalti, itu adalah sebuah tragedi. Sepakbola adalah olahraga tim dan adu penalti bukanlah sebuah tim. Itu lebih ditentukan pada individu," tambahnya. Sebagai solusi Blatter memberi dua alternatif. Pertama, mengulang pertandingan (replay); kedua, mengurangi jumlah pemain di masa perpanjangan waktu."Kita masih punya (sekitar) empat tahun (sebelum Piala Dunia 2010). Jadi, saya pikir kita punya waktu. Mungkin mengulang pertandingan final turnamen tidak bisa dilakukan karena waktunya tak cukup. Mungkin mengurangi pemain dan memainkan golden goal."Dalam sejarah Piala Dunia, adu penalti pertama terjadi di tahun 1982, ketika Jerman Barat menundukkan Prancis di semifinal. Untuk partai final, sudah dua kali pemenangnya ditentukan dengan tos-tosan, yakni di tahun 1994 saat Brasil menundukkan Italia, serta 2006 ketika Italia menghempaskan Prancis.Foto: Fabio Grosso saat menaklukkan Fabien Barthez dalam adu penalti final Piala Dunia 2006. (AFP/Torsten Silz) (/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads