'Drogba Man on Fire'

'Drogba Man on Fire'

- Sepakbola
Kamis, 28 Sep 2006 11:49 WIB
Drogba Man on Fire
Jakarta - Mencuri hati Jose Mourinho merupakan perkara sulit. Tapi Didier Drogba mampu melakukannya. "He's on Fire," puji Mourinho. Penilaian arsitek Chelsea asal Portugal itu memang sangat tepat. Beberapa hari terakhir aksi kaki dan kepala Drogba memang sangat menakutkan. Levski Sofia menjadi saksi terakhir keganasan striker asal Pantai Gading ini. Di Vasilij Levski, Kamis (28/9/2006) dinihari WIB, tiga kali Drogba menjebol gawang Petkov. Gol-golnya sekaligus membawa keunggulan Chelsea 3-1.Hat-trick seperti yang dibukukan ke gawang Levski merupakan yang kedua buat Drogba di Liga Champions. Namun, untuk Chelsea, baru sekali ia memberikan kontribusi yang sama. Drogba sekaligus menjadi pemain Chelsea pertama yang mencetak hat-trick di Liga Champions. Ia pun menyamai legenda Chelsea, Gianluca Vialli yang menjadi pencetak hat-trick terakhir Chelsea di kompetisi Eropa tahun 1997."Ia terus mencetak gol. He's on fire," puji Mourinho. "Ia mencetak gol di Inggris dan Eropa, dan mainnya juga bagus, bukan cuma mencetak gol. Jadi sekarang adalah momen yang indah buatnya di klub ini," tambahnya seperti dikutip Skysport.Memang tidak cuma ganas di pentas Eropa, Drogba juga telah menunjukkan tajinya di Premiership. Dalam lima pertandingan, sudah empat gol dilesakkannya. Ditambah empat gol di Liga Champions, tabungan gol Drogba pun membengkak menjadi delapan. Performa meyakinkan Drogba sekaligus menenggelamkan nama besar Andriy Shevchenko, yang baru mencetak satu gol dalam enam partai yang dijalaninya. "Ok, saya memang mencetak tiga gol, dan saya sangat bahagia. Namun yang paling penting di Liga Champions adalah menang di kandang lawan," kata Drogba merendah. "Hat-trick pertama saya buat Chelsea membuat saya sangat bahagia karena saya telah mencarinya sejak tiba di sini," lanjut striker 28 tahun ini. Drogba memang harus menunggu dua musim untuk mencari hat-trick pertamanya untuk Chelsea. Namun ia tidak memerlukan waktu lama untuk menjadi pujaan fans The Blues.Dibeli tahun 2004 dari Marseille, Drogba cepat melesat sebagai striker jempolan. Di musim pertamanya ia mencetak 16 gol. Pada musim berikutnya, Drogba mempertahankan raihan 16 gol di seluruh kompetisi. Kepergian Hernan Crespo serta Damien Duff di awal musim 2006-07 membuat status Drogba sebagai goal getter utama Chelsea makin jelas. Namun persaingan merebut hati Mourinho malah makin sulit mengingat tandemnya adalah Sheva, yang datang dengan predikat pemain terbaik Eropa 2004 yang diraihnya saat bermain buat AC Milan plus sederet prestasi lainnya. Namun Drogba menjawab keraguan tersebut dengan gol demi gol. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin Mourinho berpaling? (mel/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads