Blatter: Hapuskan Adu Penalti
Kamis, 28 Sep 2006 15:00 WIB
Nyon - Kemenangan lewat adu penalti pada final Piala Dunia adalah sebuah tragedi. Oleh karena itu adu penalti perlu diganti dengan sistem yang adil. Demikian pendapat Presiden FIFA Sepp Blatter.Usulan Blatter tidak terlepas dari hasil final Piala Dunia di Jerman lalu. Ketika itu Italia keluar sebagai juara setelah menundukkan Prancis lewat kemenangan adu penalti 1-1 (5-3).Final pada adu penalti itu hanya menjadi yang kedua kali setelah tahun 1994. Uniknya ketika itu Italia juga terlibat, meski menjadi pihak yang kalah. Saat itu Brasil keluar sebagai pemenang."Pertandingan final Piala Dunia melibatkan gairah. Ketika masuk perpanjangan waktu maka pertandingan itu menjadi drama. Tapi ketika itu sampai ke adu penalti yang terjadi adalah tragedi," tutur Blatter pada pertemuan Swiss Chamber of Commerce yang berlangsung di Zurich."Sepakbola adalah permainan tim dan adu penalti bukan permainan tim. Itu ditentukan oleh individu," tambah pria asal Swiss itu menjelaskan alasannya. Dilanjutkan Blatter, memang sulit mencari pemenang jika pertandingan normal berakhir dengan kebuntuan. Namun bukan berarti hal tersebut menyurutkannya untuk mencari sistem yang adil.Di antara sistem yang diusulkannya adalah replay (mengulang pertandingan) -hal yang oleh Blatter sendiri diakui akan menyebabkan kerumitan karena keterbasan waktu turnamen.Usul lainnya adalah perpanjangan waktu sambil secara bertahap menarik keluar pemain hingga terjadi golden goal. "Kita punya waktu empat tahun atau lebih sebelum Afrika Selatan 2010," tandas Blatter. (lom/ian)











































