Manajemen Buruk, Jual Pemain

Manajemen Buruk, Jual Pemain

- Sepakbola
Senin, 25 Des 2006 21:35 WIB
Manajemen Buruk, Jual Pemain
Jakarta - Amerika Latin dikenal sebagai eksportir pemain-pemain berbakat. Selain karena si pemain punya talenta tinggi, manajemen buruk klub-klub di kawasan tersebut membuat mereka dikirim ke Eropa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjual pemain-pemain terbaik adalah solusi paling ampuh yang dilakukan banyak klub top Latih dalam mengatasi krisis keuangan mereka, yang disebabkan buruknya manajemen dan rendahnya minat fans menonton pertandingan di stadion.Berdasarkan survey yang dilakukan harian terkenal Brasil O Globo, 30 persen pemasukan klub-klub Brasil di tahun 2005 berasal dari penjualan pemain-pemainnya.Persentase di Argentina malah lebih besar, yakni 50 persen. Begitu pula di kalangan klub-klub Uruguay, di mana 53 persen pendapatan mereka diperoleh dengan cara melego pemain-pemainnya.Sementara pemasukan dari hasil penjualan tiket pertandingan di negara-negara tersebut hanya sekitar tujuh persen. Kondisi ini amat jauh jika dibandingkan dengan di Eropa. Di Inggris, misalnya, income klub-klub dari pos ini bisa mencapai 34 persen. Sedangkan di Spanyol 31 persen dan Italia 16 persen.Hanya Meksiko negara Latin yang memiliki animo penonton stadion paling positif -- sebesar 25 persen dari total pemasukan klub. Angka ini cukup berimbang dengan profit dari penjualan pemain yang "cuma" 23 persen.Sepanjang tahun 2005 Brasil adalah eksportir pemain tertinggi, yakni 804 orang, yang menghasilkan sekitar 100 juta dolar atau kira-kira Rp 910 miliar. Robinho menjadi pemain termahal dari Negeri Samba, dihargai 30 juta dolar saat dibeli Real Madrid dari Santos.Uniknya, meski melego banyak pemain hebatnya ke Eropa, namun klub-klub Brasil tetap menderita kerugian di penghujung tahun, yang totalnya mencapai 83,5 juta dolar. Demikian dilaporkan Deloitte yang dilansir AFP, Senin (25/12/2006).Dari aspek penonton, fans yang menyaksikan langsung pertandingan di stadion juga tidaklah tinggi. Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata sebuah partai di Brasil ditonton 12 ribu orang; di Argentina 10.600; dan hanya 4.800 di Chile. Di Eropa, satu game rata-rata ditonton 20.00 suporter. Foto: Robinho dijual ke Real Madrid karena Santos butuh uang untuk menghadapi krisis keuangan. (AFP/Philippe Desmazes) (a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads