Spanduk Rasis untuk Prancis
Minggu, 25 Mar 2007 12:37 WIB
Kaunas, Lithuania - Ada yang mengganggu tim Prancis dari lawatan suksesnya di Lithuania. Kemenangan mereka diusik dengan terbentangnya sebuah spanduk berbau rasis dari fans tuan rumah.Saat kedua kesebelasan bertanding di stadion di kota Kaunas, Minggu (25/3/2007) dinihari WIB, wartawan AFP mendapati sebuah spanduk berilustrasikan orang Afrika yang dilukiskan pada kain warna biru, putih, dan merah, yang merupakan identitas bendera Prancis. "Selamat Datang di Eropa," demikian kalimat "pelengkap" spanduk tersebut."Sambutan" tersebut jelas berkonotasi rasis mengingat banyak pemain Les Bleus yang berkulit hitam. "Untungnya", sebagian besar pemain Prancis tidak melihat spanduk tersebut, atau memilih mengacuhkannya."Ada yang mengatakan itu pada saya, tapi saya tidak melihatnya," tutur gelandang Florent Malouda, yang berasal dari Guyana di kawasan Karibia. "Saya hanya mencoba berkonsentrasi ke lapangan. Hal terpenting adalah rival kami tidak menunjukkan opini yang sama dengan suporter mereka."Pemain hitam lainnya, William Gallas, menimpali: "Saya tak tahu kenapa mereka melakukan ini. Untuk alasan apa?"Perlakuan rasis ini juga disesalkan pemain Prancis berkulit putih, Jeremy Toulalan. "Sangat tidak cerdas. Itu yang bisa saya katakan. Saya juga tidak melihatnya, tapi kami semua membicarakannya di ruang ganti," tukas gelandang Lyon itu.Pada pertandingan tersebut Prancis memetik kemenangan tipis 1-0. Gol tunggal skuad Raymond Domenech dicetak striker berkulit hitam dari klub Bolton Wanderers, Nicolas Anelka, di 20 menit terakhir. (a2s/a2s)











































