(din/mel)
Inggris Gagal ke Euro, FA Merugi Rp 1,7 T
- detikSepakbola
London - Apa harga mahal sebuah kegagalan di kualifikasi Euro 2008? Buat negara sepakbola seperti Inggris pasti sebuah aib memalukan. Tapi lebih dari itu ada kerugian materi yang harus ditanggung.Duduk di urutan empat klasemen sementara grup E dengan masih menyisakan tujuh pertandingan, peluang Inggris untuk lolos ke Euro 2008 memang masih sangat terbuka. Namun serangkaian hasil jauh dari maksimal yang diraih pasukan Steve McClaren tak urung mencuatkan kekhawatiran kalau The Three Lions bakal mengulang aib 23 tahun lalu saat terakhir kali tak lolos Piala Eropa.Masalah gengsi sebagai negara sepakbola dunia -- sekaligus klaim sebagai penemu -- sudah pasti jadi pertaruhan jika gagal melaju. Tapi di samping harga diri, Inggris juga akan mengalami kerugian sangat besar secara finansial. Football Asociation bisa kehilangan pemasukan 100 juta poundsterling (sekitar Rp 1,7 triliun).Diberitakan The Sun, Selasa (27/3/2007), jumlah yang terbilang fantastis itu diantaranya datang dari penjualan tiket pertandingan kandang Inggris. Sepanjang babak kualifikasi ini saja FA menargetkan menjual 71.200 tiket perpertandingan yang bakal di gelar di New Wembley. Karena menurunnya performa Inggris, target tersebut diyakini tak akan tercapai. Saat menggelar partai ujicoba menghadapi Spanyol bulan lalu saja, kursi Old Trafford kosong sampai 25%. Dan diperkirakan kalau kekalahan demi kekalahan terus mendatangi Inggris, maka pertandingan kandang tak akan dipenuhi fans tuan rumah.Itu belum seberapa. Soalnya jika mampu lolos ke putaran final maka Inggris setidaknya akan menggelar lima pertandingan ujicoba di New Wembley, itu berarti bakal makin banyak uang menguap. Dari penjualan tiket pertandingan ujicoba itu saja, FA diperkirakan kehilangan 18 juta poundsterling.Pendapat terbesar yang masih mungkin diraih di Swiss-Austria adalah hak siar televisi. Padahal hadiah uang dan hak siar televisi di Euro 2008 nanti dikabarkan lebih besar dari jumlah 140 juta poundsterling yang didapat di Portugal 2004 lalu.
(din/mel)
(din/mel)










































