Ron Dennis: Hamilton Melebihi Harapan

- Sepakbola
Senin, 09 Apr 2007 17:01 WIB
Sepang - Fernando Alonso berhasil menjadi juara di GP Malaysia. Namun performa Lewis Hamilton, yang finis di posisi runner-up, mendapatkan pujian habis dari Ron Dennis. Bos tim Vodafone McLaren Mercedes itu mungkin merupakan sosok paling bahagia di Sirkuit Sepang, Minggu, (8/4/2007) lalu. Penantian timnya selama lebih dari setahun akhirnya berakhir, seiring dengan keberhasilan Alonso meraih juara di GP Malaysia. Tidak cuma itu, dengan finis di belakang Alonso, Lewis mempersembahkan finis satu-dua yang pertama untuk McLaren sejak GP Brasil tahun 2005 lalu. Kegembiraan pun terpancar dari pernyataan Dennis. "Kedua pembalap kami tampil tanpa cela. Tidak satu pun dari mereka meninggalkan trek (lebih awal) dan Lewis membalap sangat baik dan bersih. Dia menangani tekanan Kimi dengan sangat baik dan dia membuat segalanya berada di bawah kontrol dan dia pantas finis kedua," puji Dennis seperti dikutip AFP. Setelah podium ketiga di GP Australia, Hamilton kembali menembus podium, yang kali ini bahkan podium kedua. Walau bakatnya memang tidak diragukan lagi, tapi tetap saja Dennis terkesima dengan kualitas yang dimiliki pembalap 22 tahun itu. "Saya pikir tidak ada yang memberi kami apapun. Kami punya strategi yang bagus, start yang hebat dan kami pun mendapatkan hasil yang kami inginkan dan para pembalap layak dapatkan. Lewis? pikir satu hal terpenting adalah betapa bersih manuver-manuver yang dibuatnya. Aksinya sangat rapi," sebut pria yang menemukan bakat mantan juara GP2 itu.Dennis utamanya terkesan dengan manuver Hamilton di lap pertama, yang mampu menyalip Kimi Raikkonen dan Felipe Massa secara berturut-turut. Ketenangannya menghadapi tekanan hebat Massa dan, belakangan, Raikkonen pun dianggapnyasudah melampaui harapannya pada awalnya. "Yang paling membuat saya terkesan adalah lap pembuka," ujarnya."Dia sungguh berkomitmen dan bersih. Dia bisa lebih cepat, tapi kuncinya adalah menyelesaikan lomba dan mendapatkan hasil terbaik yang kamu bisa. Jadi dengan mempertahankan gaya menyetir yang bersih, menjaga mobil dari kerusakan dan melakukan yang kamu bisa supaya finis kedua, menunjukan level profesionalisme yang tidak Anda harapkan ditemukan pada seorang pembalap di grand prix keduanya," tukasnya.

(mel/lom)