Tren 'Tiga' di Eropa
Jumat, 13 Apr 2007 06:33 WIB
Jakarta - Ada sebuah tren di kompetisi antarklub di benua Eropa musim ini. Walau berbeda, tren tersebut sama-sama bertalian dengan angka tiga. Tren apa?Hari Kamis (12/4/2007), Liverpool memastikan diri ke babak semifinal Liga Champions menyertai dua rekannya di Liga Inggris, yakni Chelsea dan Manchester United. Dengan menguasai tiga dari empat jatah kursi semifinalis --satu lagi diisi wakil Italia AC Milan--, Inggris bisa dibilang dominan di Liga Champions.Hal serupa terjadi di kompetisi Piala UEFA. Bedanya, kompetisi tersebut didominasi oleh Spanyol yang menempatkan tiga wakilnya di semifinal. Espanyol, Osasuna dan Sevilla memastikan diri ke empat besar pada Jumat (13/4/2007) dinihari WIB. Ironisnya satu slot lagi diisi oleh wakil Jerman, Werder Bremen, yang memukul Tottenham Hotspur yang mewakili Inggris, negara yang justru dominan di Liga Champions.Memang hanya di kompetisi Piala UEFA yang kerap dianggap selevel dibawah Liga Champions, namun keberhasilan Spanyol menempatkan tiga wakilnya jelas tidak bisa dianggap remeh. "Fakta bahwa kami menempatkan tiga klub di semifinal menyatakan betapa kuatnya sepakbola Spanyol," tutur pelatih Sevilla, Juande Ramos dikutip Yahoosport.Bahkan, kalau peringkat di kompetisi domestik bisa dijadikan ukuran, Osasuna yang hanya menempati urutan 14 di klasemen sementara La Liga Primera saja mampu menyingkirkan Bayer Leverkusen yang duduk di peringkat lima klasemen sementara Bundesliga. Di babak perempatfinal Piala UEFA, Leverkusen ditekuk 3-0 dan 1-0. Spanyol Pasti Mencapai Final di Piala UEFAKeberhasilan Spanyol menempatkan tiga wakilnya di Piala UEFA juga membuat salah satu wakilnya dipastikan akan mencapai babak final. Osasuna atau Sevilla akan "saling bunuh" di semifinal pada 27 April dan 4 Mei demi menggapai satu tiket. All Spanish Final bahkan mungkin terjadi jika Espanyol mampu mengatasi Bremen.Jika final sesama Spanyol terwujud, maka itu adalah kali pertama dalam sejarah Piala UEFA sejak digulirkan pada 1971/72. Namun jika Bremen yang lolos ke final, maka "perang" Jerman versus Spanyol akan menjadi yang ketiga, setelah Real Madrid bertemu FC Koln tahun 1985/86 dan Espanyol kontra Bayer Leverkusen pada 1987/88. Yang pasti, sampai saat ini klub asal Spanyol baru tujuh kali mencapai partai final dan empat diantaranya berbuah juara. Real Madrid jadi jawara selama dua musim berturut turut pada musim 1984/85 dan 1985/86, Valencia pada 2003/04, sedangkan Sevilla 2005/06.Fakta lainnya, dari keempat finalis, baru Sevilla yang sudah pernah menjadi juara. Bremen dan Osasuna memang belum pernah merasakan partai puncak, tetapi Espanyol pernah menjadi runner up pada 1987/88. Saat itu Espanyol kandas di tangan wakil Jerman, Bayer Leverkusen, yang musim ini ironisnya sudah tersingkir di tangan Osasuna pada babak perempatfinal.Dus, satu negara menempatkan tiga wakil di babak semifinal tampaknya memang sedang jadi tren di Eropa musim ini. Pertanyaannya, mampukah keunggulan jumlah tersebut diwujudkan dengan prestasi?Foto: Pemain Sevilla merayakan gol (AFP/Chris Young). (krs/din)











































