Tanda-Tanda MU Juara
Rabu, 25 Apr 2007 11:22 WIB
Jakarta - Baru dua kali Manchester United merengkuh gelar juara Liga Champions. Musim ini The Red Devils bisa saja merengkuh gelarnya yang ketiga karena tanda-tanda ke arah sana terlihat sangat jelas. Apa?Yang pertama tentu saja kemenangan 3-2 atas AC Milan di leg pertama babak semifinal di Old Trafford, Rabu (25/4/2007) dinihari WIB. Meski diraih dengan susah payah, kemenangan tersebut tentu memperlebar jalan menuju Ahena.Dan MU ternyata punya fakta menarik terkait perseteruannya dengan klub Italia. Saat menjadi juara tahun 1999, MU sukses menyingkirkan dua wakil Italia.Di babak perempatfinal musim itu MU menundukkan Inter Milan dengan agregat 3-1 (2-0 dan 1-1), lalu di semifinal mereka secara fantastis menjungkalkan Juventus dengan agregat 4-3 (1-1 dan 3-2). Tidakkah itu mengingatkan kita dengan sesuatu?Benar, tahun ini MU seperti menjalani garis nasib yang sama. Setelah mempecundangi AS Roma di semifinal dengan agregat 3-8, kini Rossoneri terancam mengalami nasib yang sama -- meski masih ada leg kedua di Giuseppe Meazza pekan depan.Fakta lain yang mendukung MU bakal kembali menguasai Eropa adalah rekor yang mereka miliki di kompetisi yang tahun ini masuk tahun ke-52 itu. Catatan "Setan Merah" jika mampu melangkah ke babak semifinal memang sangat buruk, dari delapan kali berlaga di babak delapan besar mereka baru dua kali masuk final. Tapi hebatnya di dua kesempatan final itu mereka bisa membawa pulang tropi juara ke Old Trafford alias jadi pemenang.Yang jadi modal besar MU untuk kembali menjadi juara adalah produktivitas mereka. Dalam tiga pertandingan terakhirnya saja Wayne Rooney cs sudah mengukir 16 gol, bandingkan dengan Liga Champions musim lalu saat hanya tercipta 17 gol dalam 13 pertandingan terakhir.Tingginya produktivitas MU tersebut bahkan melebihi apa yang mereka torehkan tahun 1999 lalu. Saat itu Fergie babes mencetak 31 gol dalam 11 pertandingannya menuju juara.Kalau semua alasan itu belum dirasa cukup, lihatlah mental yang dimiliki MU saat ini. Sempat tertinggal 1-2 saat turun minum, MU mampu membalikkan keadan dan balik memimpin 3-2 di masa injury time, hal serupa sempat terjadi di Liga Inggris saat menundukkan Liverpool di Anfield melalui gol John O'Shea.Lagi-lagi ini mengingatkan kita pada final Liga Champions di Nou Camp delapan tahun lalu. Tertinggal sejak menit enam lewat gol Mario Basler, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer membuat Samuel Kuffour menangis dengan dua gol di masa injury time.Jadi, inikah tahun MU kembali menguasai Eropa?Foto: Ryan Giggs. Bisakah memberi gelar juara Liga Champions seperti yang dilakukannya tahun 1999? (AFP) (din/a2s)











































