Gaya Beda, Capaian Sama

Semifinal I Liga Champions

Gaya Beda, Capaian Sama

- Sepakbola
Kamis, 26 Apr 2007 09:53 WIB
Gaya Beda, Capaian Sama
Jakarta - Thriller di Old Trafford kemarin malam tidak terulang di Stamford Bridge dinihari tadi. Namun demikian para tuan rumah mendapatkan apa yang seharusnya: kemenangan.Laga semifinal pertama Manchester United versus AC Milan memicu adrenalin penonton hampir sepanjang pertandingan. Hasilnya sepadan: lahir lima gol dari 36 tembakan dan 15 shot on goal.Sementara itu duel sesama Inggris, Chelsea melawan Liverpool, tidak memunculkan ketegangan menonton seperti di kota Manchester. Statistik mencatat, kedua tim memproduksi 27 kali tendangan ke arah gawang, delapan yang berpeluang menjadi gol, tapi hanya satu yang tercipta.Tempo permainan tidak secepat kereta ekspres. Chelsea, seperti kecenderungan mereka di musim ini, bermain dengan prinsip "efektif" -- kalau tidak mau disebut monoton. Namun harus diakui Frank Lampard dkk lebih mengancam kelompok Jamie Carragher ketimbang Steven Gerrard menakut-nakuti John Terry cs.Rafa Benitez tak berhasil mendorong satu dari Xabi Alonso dan Javier Mascherano karena kedua bermain terlalu dalam. Sementara Boudewijn Zenden dinyatakan kalah dari Pauolo Ferreira, sehingga serangan The Reds dari sayap kiri jauh dari lancar.Di kubu Chelsea, rencana Mourinho menaruh Didier Drogba di lini paling depan, dengan dukungan Andriy Shevchenko dan Joe Cole, berjalan cukup baik. Dua peluang emas yang didapat Lampard hanya kandas karena faktor Pepe Reina, yang tampil bagus di bawah mistar tim tamu.Namun di atas semuanya, Drogba adalah bintang The Blues. Pemain Terbaik Afrika 2006 ini bermain dengan karakter kuat, sekokoh tubuhnya. Dari dia pula lahir gol tunggal dalam permainan ini, yang dituntaskan dengan dingin oleh Joe Cole.Liverpool tampil lebih agresif di babak kedua -- tentu saja, karena mereka dalam posisi tertinggal. Namun mereka kekurangan daya kreasi sehingga serangan yang dilakukan sulit menembus barisan belakang Chelsea. Alhasil hanya tembakan keras Gerrard yang paling membahayakan -- itupun bisa dihalau dengan luar biasa oleh Petr Cech.Terlepas dari perbedaan atraksi pertandingan MU-Milan dan Chelsea-Liverpool, namun leg pertama berjalan sesuai "skenario": tuan rumah menang. Bagusnya, kemenangan tersebut tipis dan masih rawan, sehingga leg kedua dijamin menjadi momen yang paling menentukan untuk menembus pintu final. Milanisti dan fans The Kop pasti tetap memiliki keyakinan yang tinggi bahwa tim kesayangan mereka mampu membalas kekalahan minggu ini. Soal siapa yang kemudian lolos ke Athena, tinggal tunggu kenyataan di lapangan pekan depan.Foto: Didier Drogba berduel dengan Daniel Agger. Laga lebih menentukan terjadi di Anfield minggu depan. (AFP/Paul Ellis) (a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads