Memori Buruk Hantui Espanyol

Memori Buruk Hantui Espanyol

- Sepakbola
Jumat, 27 Apr 2007 07:05 WIB
Memori Buruk Hantui Espanyol
Barcelona - Espanyol sudah menjejakkan satu kakinya ke final Piala UEFA menyusul kemenangan 3-0 atas Werder Bremen. Tetapi memori buruk musim 1987-88 membayangi pasukan Ernesto Valverde. Di Piala UEFA musim 1987-88, Espanyol berhasil menembus babak final. Ketika itu kompetisi masih memakai format dua leg final, dengan Periquitos bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Ketika itu Espanyol juga mengawali langkahnya dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas wakil Jerman, Bayern Leverkusen. Tapi saat bermain di Jerman, Leverkusen berhasil membalas 3-0, hingga pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti. Pada adu tos-tosan, Leverkusen membuyarkan ambisi Espanyol setelah menang 3-2. Kenangan buruk pun menghantui Valverde mengingat ada banyak kesamaan antara kondisi musim ini dengan sembilan tahun silam. Apa saja?Pertama, Espanyol mengalahkan klub Jerman dan dengan hasil yang sama persis, 3-0. Kedua, sama seperti sembilan tahun silam, leg kedua pun akan digelar di Jerman, tepatnya di Weserstadion, pada tanggal 3 Mei. Ketiga, berkaitan dengan Valverde, karena dia hadir di final tahun 1988 sebagai pemain Espanyol. Tak heran, walaupun gembira, nada was-was terlontar dari mulut pelatih kelahiran 1964 itu. "Semua orang boleh saja bergembira, tetapi masih banyak yang harus kami kerjakan," sebut Valverde seperti dikutip Marca. Pada leg pertama semifinal yang berlangsung serentak, Jumat (37/4/2007) WIB, Espanyol mengalahkan Werder Bremen 3-0 berkat gol-gol Moises Hurtado (20), Walter Pandiani (50) serta Ferran Corominas (88). Khusus Pandiani, itulah gol ke-11 di Piala UEFA musim ini. Mantan striker Deportivo La Coruna itu makin kokoh sebagai top skor. Sementara pada semifinal lain yang mempertemukan dua klub Spanyol, Osasuna melawan Sevilla, Osasuna keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan juara bertahan 1-0 di Reyno de Navarra. Gol tunggal kemenangan Osasuna dicetak Roberto Soldado di menit 55. Jika ingin mempertahankan piala yang direbutnya musim lalu, Frederic Kanoute cs memerlukan kemenangan minimal 2-0. Sebaliknya, Osasuna cukup dengan hasil imbang di Ramon Sanchez Pizjuan. Jika final sesama Spanyol terwujud, maka itu adalah kali pertama dalam sejarah Piala UEFA sejak digulirkan pada 1971-72. Adapun terakhir kali tercipta final sesama negara adalah saat klub Italia, Inter Milan, mengalahkan klub senegaranya, Lazio, di final musim 1997-98. (mel/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads