Situasi Beda, Reaksi Nyaris Sama

Situasi Beda, Reaksi Nyaris Sama

- Sepakbola
Rabu, 02 Mei 2007 11:01 WIB
Situasi Beda, Reaksi Nyaris Sama
London - Dua kali dalam tiga musim Liverpool melaju ke final Liga Champions usai mengenyahkan Chelsea. Dulu dengan "gol hantu", kini penalti jadi penentu. Situasi beda, tetapi reaksi Jose Mourinho nyaris serupa.Dua musim lalu The Reds menuntaskan laju The Blues lewat gol tunggal Luis Garcia pada leg kedua yang dimainkan di Anfield. Namun gol semata wayang itu mengundang reaksi keras dari kubu Stamford Bridge, utamanya Mourinho. Masalahnya, tidak jelas seratus persen apakah si kulit bundar memang sudah melewati garis gawang. "Gol hantu" menjadi sebutan yang cukup representatif menamakan gol Garcia. Cukup wajar kalau Mourinho yang merasa dirugikan meradang, dan merasa tim besutannya-lah yang pantas melaju ke partai puncak, walau sejarah akan tetap mencatat Liverpool sebagai pemenang.Dua tahun berselang, sama-sama di babak semifinal leg kedua yang juga dimainkan di Anfield, Rabu (2/5/2007) dinihari WIB, klub milik Roman Abramovich itu sekali lagi harus terlempar dengan menyesakkan. Kali ini bukan karena "gol hantu", melainkan lewat drama adu penalti.Unggul agregat 1-0 di Stamford Bridge, John Terry tidak mampu mempertahankan keunggulan di leg kedua setelah bek Daniel Agger mencetak gol untuk memaksakan kedudukan 1-1. Pun dengan babak tambahan, Chelsea tidak kunjung mampu menjebol gawang tuan rumah.Alhasil, klub London itu pun tersingkir mengenaskan dari pentas Eropa, usai hanya berhasil menjaringkan satu gol di babak penalti. Dua tahun silam kandas gara-gara "gol hantu", kini penalti. Sama-sama menyesakkan walau beda situasi. Satu hal yang nyaris serupa, adalah reaksi dari Mourinho."Penalti, penalti. Kami layak ada di final. Lima, sepuluh, 20 tahun lagi tidak akan ada yang mengingat semifinal ini. Chelsea adalah yang terbaik di leg pertama, yang terbaik malam ini, juga di babak extra time," ketus Morinho dilansir Soccernet.Ya, The Special One memang yakin benar kalau "Si Biru" masih lebih baik dari "Si Merah". Buktinya pun tidak alpa dibeberkannya."Kami juara Premiership dua kali dalam tiga musim terakhir dan mereka tidak," pongah dia. Satu hal yang dilupakan Mourinho, kini Liverpool juga berpeluang menjuarai Liga Champions dua kali dalam tiga musim, dengan catatan mampu berjaya di Athena. Bukankah itu juga sesuatu yang belum pernah diraihnya bersama Chelsea? (krs/lom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads