Perfetto, Milan!

Perfetto, Milan!

- Sepakbola
Kamis, 03 Mei 2007 09:39 WIB
Perfetto, Milan!
Milan - Orang boleh berharap Manchester United selalu menampilkan permainan yang sensasional seperti ketika menghancurkan AS Roma. Tapi malam ini AC Milan sempurna.Dalam pertandingan semifinal kedua Liga Champions di San Siro, Kamis (3/5/2007) dinihari WIB, Milan bermain menawan. Merujuk ucapan pelatih Carlo Ancelotti, yang dipertontonkan Andrea Pirlo dkk adalah gambaran sepakbola yang memikat."Saya pikir, babak pertama seperti apa yang diimpi-impikan semua pelatih. Performa yang sempurna dan kami memenangi pertandingan dalam 45 menit tersebut," demikian sang allenatore.Ancelotti pantas mengklaim skuadnya telah menggapai kesempurnaan dalam bermain. Pertandingan itu sendiri mengatakan hal demikian. Milan tampil dominan, penuh determinasi, lebih banyak menciptakan peluang berbahaya -- dan tentu saja menghasilkan gol-gol yang tidak berbalas.Di babak pertama Milan jelas mengendalikan "Setan Merah" dengan kekuatan para gelandangnya. Di sini Andrea Pirlo memperlihatkan visi tingginya sebagai pengatur permainan. Ia tahu persis kapan harus menahan bola, kapan mengalirkannya dan ke arah mana.Gennaro Gattuso tetap menjadi perusak konsentrasi. Benturan-benturannya membuat lawan terhambat. Ia amat membantu Massimo Ambrosini memainkan fungsi holding midfielder dengan baik.Yang paling impresif barangkali Clarence Seedorf dan Kaka, yang sama-sama bermain di belakang striker (Pippo Inzaghi). Mereka amat rajin mencari bola, berpindah posisi, dan membuka ruang di jantung pertahanan MU. Operan bola-bola pendek Milan juga berjalan mulus. Kaka, dan Massimo Oddo membuat pertahanan MU di sektor kiri terlihat buruk. Statistik mencatat, hingga turun minum Milan menguasai 52% ball possession.Bagaimana dengan MU? Bintang-bintang "Setan Merah" bermain di bawah form. Ketajaman Wayne Rooney sama sekali tidak terlihat. Cristiano Ronaldo juga tidak keluar sihirnya dan tidak mampu mengatasi tekanan Oddo dan Gattuso.Ryan Giggs nyaris tidak bisa berbuat banyak di sayap kiri, walaupun membuat Marek Jankulovski juga tidak sering-sering naik membantu serangan. Paul Scholes dan Michael Carrick tidak menemukan kreasi bagaimana memimpin permainan di sentral lapangan.Celakanya, lini belakang MU masih terlalu bergantung pada Rio Ferdinand. Nemanja Vidic, yang bersama Ferdinand dijuluki "The Twin Tower", kali ini seperti bek medioker. Ia berkali-kali kalah oleh kecepatan Kaka.Gabriel Heinze tak kalah mengenaskan. Minggu lalu ia bermain buruk sebagai bek tengah pendamping Wes Brown, hari ini menjadi titik lemah MU di sektor kiri belakang. Dibandingkan John O'Shea di posisi bek kanan, serangan Milan di areal Heinze lebih sering datang dan membahayakan. Beberapa kali Oddo, Kaka, dan Pirlo bisa melepaskan umpan silang dari situ.Di babak kedua MU sebenarnya sudah tampil lebih baik. Mereka bisa menekan dan membalikkan porsi ball possession. Sialnya, perbaikan itu membentur soliditas pertahanan Milan. Kakha Kaladze tidak mengecewakan sebagai pengganti Paolo Maldini, dan Alessandro Nesta jadi jenderal yang hebat.Di saat MU mulai frustasi, mereka kecolongan satu gol lagi dari serangan balik yang dituntaskan dengan baik dan dingin oleh Alberto Gilardino. Gol di menit 78 itu memastikan berakhirnya nafas Red Devils di San Siro. Pertanyaan sejenis "MU yang kelewat bagus, atau Roma yang terlalu bodoh?", yang muncul setelah MU menggasak AS Roma 7-1 di Old Trafford, mungkin bisa dimodifikasi sedikit untuk laga tersebut: "Milan yang lebih baik, atau MU sedang jelek?"Jawaban paling lengkap adalah dua-duanya benar. Tapi mengutip pengakuan Alex Ferguson, Milan memang pantas memenangi pertandingan ini. "Mereka lebih tajam dan cepat. Saya pikir mereka adalah pemenang yang baik," tukasnya.Foto: Andrea Pirlo (kanan) dihadang Gabriel Heinze. Kelas permainan Milan di atas Manchester United. (AFP/Alberto Pizzoli) (a2s/lom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads